Menurutnya, salah satu metode yang direkomendasikan secara ilmiah adalah Nicotine Replacement Therapy (NRT), salah satunya dalam bentuk permen karet nikotin (nicotine gum).

Terapi ini, kata dia, membantu mengurangi gejala putus nikotin sehingga proses berhenti merokok menjadi lebih nyaman.

"Ada yang namanya Nicotine Replacement Therapy dalam bentuk gum. Cara pakainya bukan seperti permen biasa. Dikunyah sampai terasa efeknya, lalu diletakkan di sela gigi atau sela gusi, kemudian dikunyah lagi. Prosesnya sekitar 30 menit sampai rasanya hilang dan digunakan sesuai dosisnya. Itu sesuai sains," terang dr. Tirta.

Menurut dr. Tirta, penggunaan terapi pengganti nikotin dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan langsung beralih ke rokok elektronik ketika seseorang sedang berusaha menghentikan kebiasaan merokok.

"Jadi daripada beralih ke rokok elektrik, bisa memakai gum ini untuk teman-teman yang sedang proses berhenti atau mengurangi rokok," ujarnya.

Kemudian, dr. Tirta pun memberikan semangat kepada para perokok yang sudah mulai rutin berolahraga agar tetap konsisten menjalani gaya hidup sehat dan perlahan meninggalkan kebiasaan merokok.

"Buat teman-teman yang olahraga tapi masih ngerokok, saya doakan teman-teman bisa konsisten olahraganya dan bisa mengurangi, bahkan berhenti merokok," pungkasnya.

Baca Juga: Jantung Berdebar Setelah Minum Kopi, Berbahayakah? Begini Penjelasan Dokter Tirta