Bagi banyak orang, secangkir kopi menjadi teman setia untuk memulai hari atau meningkatkan fokus saat bekerja. Namun, tidak sedikit yang mengeluhkan jantung berdebar setelah mengonsumsi kopi. Apakah kondisi ini berbahaya?
Dokter sekaligus Entrepreneur, Tirta Mandira Hudhi atau yang lebih dikenal sebagai dokter Tirta, menjelaskan bahwa sensasi jantung berdebar setelah minum kopi umumnya merupakan reaksi normal tubuh terhadap kandungan kafein.
"Di dalam kopi itu banyak mengandung zat-zat. Dan salah satu yang kita ketahui, yang paling terkenal adalah kafein. Dan salah satu impact kafein itu adalah memicu aktivitas saraf simpatis," papar dokter Tirta, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, aktivasi saraf simpatis akan memengaruhi berbagai respons tubuh, termasuk meningkatkan tekanan darah sistolik dan denyut jantung. Inilah yang menyebabkan sebagian orang merasakan jantung berdebar setelah mengonsumsi kopi.
"Oleh karena itu, aktivitas simpatis itu memacu tekanan darah sistolik. Dan kalau tekanan sistoliknya naik, otomatis detak jantungnya juga akan meningkat. Jadi, berdebar-debar yang terjadi habis minum kopi itu sangat wajar dirasakan bagi orang yang sangat sensitif," jelasnya.
Efek tersebut biasanya lebih mudah dirasakan oleh orang yang jarang mengonsumsi kopi. Meski demikian, dokter Tirta menegaskan bahwa peningkatan denyut jantung akibat kopi umumnya tidak berbahaya.
"Apalagi yang jarang minum kopi. Berdebar-debarnya apakah parah? Tidak. Biasanya naiknya sekitar 8-10 persen," ungkapnya.
Ia bahkan mengaku pernah meneliti efek kopi terhadap tubuh saat masih menempuh pendidikan. Menurutnya, kopi robusta instan yang ditelitinya juga menunjukkan pengaruh terhadap aktivitas saraf simpatis.
"Dulu saya penelitian tentang kopi instan robusta. Itu juga masih memberikan impact aktivitas saraf simpatis terhadap tubuh dan jantung kita," katanya.
Baca Juga: Fakta Konsumsi Kopi Harian Menurut Dokter Tirta, Berapa Batas Amannya?