Presiden Prabowo Subianto mengklaim demokrasi adalah sistem ketatanegaraan terbaik dari seluruh sistem yang pernah dicoba peradaban manusia. 

Namun pada sisi lain kepala negara juga tidak menampik bahwa demokrasi bukan sistem yang mudah dijalankan. Ia menjadi sistem yang rumit kerap diwarnai berbagai tantangan dan dinamika tetapi demokrasi menjadi satu-satunya sistem  mewujudkan keadilan, harapan, dan pemerintahan yang inklusif.

Baca Juga: Kilas Balik Hubungan Indonesia-India

"Demokrasi adalah sistem terbaik dibandingkan semua sistem yang pernah dicoba oleh peradaban manusia," ujar Prabowo dilansir Rabu (8/7/2026). 

Meski menjadi sistem paling baik, namun demokrasi juga punya berbagai risiko besar jika tak dijalankan secara hati-hati. Dalam praktiknya demokrasi kerap dibelokkan untuk menjebak atau dipakai sebagai alat alat membajak sebuah persoalan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. 

Oleh karena itu, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga kepercayaan terhadap demokrasi. Terus menjaga agar proses demokrasi berjalan sesuai prinsip-prinsip yang benar.

"Kita tidak boleh menyerah. Kita harus tetap percaya pada demokrasi dan terus berupaya menjaganya," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga mengungkapkan kegembiraannya dapat bertemu dengan anggota muda Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pengalaman dan pembelajaran dari penyelenggara pemilu, baik di Indonesia maupun negara lain, menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas demokrasi.

"Karena itu saya sangat senang hari ini bertemu dengan seorang anggota muda Komisi Pemilihan Umum. Kami juga belajar sangat dekat dari Komisi Pemilihan Umum India," tegasnya.

Sebelumnya, Prabowo menghadiri acara makan malam bersama Perdana Menteri India Narendra Modi, di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia merupakan bagian dari upaya kedua negara untuk semakin mempererat hubungan diplomatik sekaligus memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, perdagangan, investasi, pertahanan, hingga kebudayaan.

PM Narendra Modi melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026 sebagai kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prabowo Subianto ke India sebelumnya.

Baca Juga: Keputusan Prabowo Utus Muzani Hadiri Pemakaman Ali Khamenei Bikin Bambang Pacul Geleng-geleng

Setelah menyelesaikan agenda di Jakarta, PM Modi dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. Bersama Presiden Prabowo, dia akan mengunjungi Candi Prambanan untuk meninjau sekaligus meresmikan kerja sama pelestarian warisan budaya serta program pemugaran candi yang menjadi salah satu simbol penguatan kerja sama kebudayaan kedua negara.