Padahal, kondisi saraf kejepit di area leher, khususnya pada ruas tulang belakang C5 dan C6, selama ini lebih identik dengan usia lanjut.

Dan, umumnya, masalah ini dialami oleh individu berusia di atas 50 tahun akibat proses degeneratif. Namun, kini pola tersebut mulai bergeser.

“Keluhan saraf kejepit di cervical itu mulai meningkat dan ini membuat dokter spine di seluruh Indonesia itu agak kaget,” tambah Dokter Tirta.

Yang lebih mengejutkan, usia pasien pun semakin muda. Dokter Tirta pun menyebut bahwa berdasarkan diskusinya dengan beberapa dokter spesialis, termasuk dr. Adam Mulyono, Sp.OT(K), ditemukan fakta bahwa pasien dengan kondisi ini sudah ada yang berusia 20 tahun.

“Sama! Pasien termudanya usia 20,” tegasnya.

Menurutnya juga, kondisi ini erat kaitannya dengan kebiasaan postur tubuh saat menggunakan ponsel.

Posisi kepala yang terus menunduk atau condong ke depan dalam waktu lama, kata dia, ternyata memberikan tekanan berulang pada tulang belakang leher.

“Ini main HP kan gini nih. Kalau enggak gini. Ini ternyata ngebuat kompresi terus-terusan di C5 dan C6. Dan itu kalau diterus-terusan itu akan membuat saraf kejepit,” pungkas Dokter Tirta.

Baca Juga: Habis Makan Langsung Rebahan Bikin Gemuk? Ini Penjelasan Dokter Tirta