Banyak orang berpikir bahwa semakin sering berolahraga, maka hasil yang didapat akan semakin maksimal. Tidak sedikit pula yang memaksakan diri berlatih setiap hari tanpa jeda demi mendapatkan tubuh ideal atau meningkatkan performa fisik lebih cepat.

Namun, menurut dokter sekaligus Entrepreneur, Tirta Mandira Hudhi, olahraga tanpa istirahat tidak selalu baik bagi tubuh, terutama jika dilakukan dengan intensitas tinggi terus-menerus.

dr. Tirta menjelaskan bahwa pada dasarnya tubuh manusia memiliki kemampuan beradaptasi terhadap aktivitas fisik. Karena itu, olahraga ringan yang dilakukan setiap hari sebenarnya masih tergolong aman.

Aktivitas seperti jogging santai, jalan kaki, atau latihan ringan selama sekitar 30 menit setiap hari, kata dia, tetap bisa diterima tubuh dengan baik karena otot mampu menyesuaikan diri terhadap beban yang diberikan.

“Kalau olahraga dilakukan tiap hari tapi intensitasnya ringan, kayak 30 menit tiap hari, itu sebenarnya otot sudah bisa adaptasi. Ingat manusia tuh adaptif,” tutur dr. Tirta, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Minggu (24/5/2026).

Menurut dr. Tirta, tubuh akan terus menyesuaikan kapasitasnya ketika diberi beban secara bertahap. Namun, situasinya berbeda ketika seseorang memaksakan latihan berat setiap hari tanpa memberi waktu pemulihan bagi tubuh.

“Latihan dengan intensitas tinggi yang membuat tubuh terus-menerus kelelahan justru dapat berdampak buruk pada otot maupun jantung,” tukasnya.

dr. Tirta mencontohkan, latihan deadlift dengan beban berat yang dilakukan setiap hari.

Menurutnya, tubuh tidak akan mampu menahan tekanan fisik semacam itu dalam jangka panjang karena otot membutuhkan waktu untuk memperbaiki jaringan yang rusak setelah latihan.

“Coba aja kamu deadlift tiap hari 150 kilo tiap hari. Jebol itu langsung fisiknya. Karena ototnya enggak sempat recovery,” katanya.

Baca Juga: Fakta Konsumsi Kopi Harian Menurut Dokter Tirta, Berapa Batas Amannya?