Dadan Hindayana mendadak menjadi sorotan publik setelah ia resmi didepak Presiden Prabowo Subianto dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Dadan resmi terdepak pada Selasa (2/6/2026), pengumuman pencopotan Dadan disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. 

Tugas Dadan kini digantikan Nanik S. Deyang. Nanik sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi

Baca Juga: Anggaran Jumbo Buat EO di BGN Bikin Melongo, Dadan Beri Klarifikasi

Tidak diketahui persisi alasan Prabowo memilih mengganti Dadan. Namun selama bertugas Dadan memang lekat dengan sederet pernyataan kontroversial yang berujung polemik. 

Berikut pernyataan kontroversial Dadang yang berbuntut polemik:

Minum Susu Dua Liter Sehari

Salah satu pernyataan Dadang yang bikin publik jengkel adalah soal imbauan konsumsi susu dua liter sehari.

Pernyataan yang disampaikan di Pondok Pesantren Syaichona Muhammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, pada 26 Mei 2025 itu bikin kesal masyarakat, imbauan itu dinilai tak realistis dengan kondisi ekonomi masyarakat sekarang ini, dimana mayoritas masyarakat masih pas-pasan bahkan cenderung di bawah garis kemiskinan.

Dadan dinilai asal bicara tanpa melihat fakta dan kondisi masyarakat yang sesungguhnya. Dimana banyak masyarakat dinilai masih sulit membeli susu dalam jumlah banyak.

Meski begitu Dadan tetap kukuh pada pernyataannya. Baginya konsumsi dua liter sehari baik bagi pertumbuhan anak. Ia mengaku sudah mempraktekkan hal itu kepada anak-anaknya.

Kasus Keracunan MBG

Selain imbauan soal susu dua liter per hari, Dadan selama mengemban tugasnya kerap menjadi sasaran kritik lantaran maraknya kasus keracunan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kasus keracunan membuat publik berspekulasi soal bahwa paket makanan yang dibagikan kepada para siswa memang tak bermutu. Alih-alih bergizi paket makanan itu justru nyaris meminta tumbal korban jiwa.

Dihantam kritik sana sini karena kasus keracunan MBG, Dadang berjanji bekerja keras dalam mengontrol mutu makanan, dia mengaku sampai menggandeng 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pengawasan program tersebut. Namun kenyataanya kasus keracunan MBG terus berulang.

Puncak kemarahan publik terjadi ketika mengetahui bahwa pernyataan Dadang soal kerja sama dengan BPOM itu hanya semata-mata klaim blaka.

Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Kepala BPOM Taruna Ikrar justru menyatakan lembaganya tidak terlibat langsung dalam pengawasan standar kelayakan dapur dan makanan, melainkan hanya menangani kasus ketika terjadi keracunan.

Borong Motor Trail

Kekesalan masyarakat terhadap kinerja Dadang seperti tidak ada habisnya, belum selesai masalah lama kontroversi baru justru mulai mengemuka.

Di tengah berbagai kasus keracunan yang menimpa sejumlah siswa di berbagai daerah, Dadang justru mendorong sepeda motor trail listrik. Jumlahnya mencapai 25.000 unit dimana harga satu unit sepeda motor model Emmo JVX GT itu mencapai Rp42 juta hingga Rp56,8 juta.

Publik menilai anggaran tersebut kurang tepat di tengah kebutuhan masyarakat yang masih menghadapi tekanan ekonomi. Namun Dadang mengatakan pengadaan kendaraan roda dua itu untuk menunjang implementasi program MBG.

Bagi-bagi MBG di Bulan Puasa

Tak hanya masalah anggaran, salah satu keputusan Dadang yang juga tak luput dari kritik masyarakat adalah soal pembagian MBG di bulan puasa. 

Banyak pihak menilai keputusan itu kurang bijak, sebab paket makanan yang dibagikan bisa saja menjadi pemicu batal puasa.

Dikritik habis-habisan karena kebijakan itu, Dadan berkilah paket makanan itu dibagikan bukan untuk langsung disantap di sekolah tetapi untuk dibawa pulang ke rumah sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Baca Juga: Ditolak Purbaya, Dari Mana Anggaran BGN Borong Puluhan Ribu Sepeda Motor Listrik?

Dadang bahkan mengatakan, selama bulan puasa pihaknya bakal menyalurkan menu-menu yang dapat menunjang puasa para siswa seperti susu, telur rebus, kurma, buah, dan makanan tahan lama lainnya.

Namun, di lapangan, sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan menu yang dianggap sederhana, seperti roti, sereal instan, dua butir kurma, dan telur rebus, yang kemudian menuai kritik warganet.