Bagi banyak orang, susu merupakan minuman yang hampir setiap hari dikonsumsi, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Namun, di balik produk yang terlihat sederhana tersebut, ternyata masih banyak kesalahpahaman yang beredar di masyarakat. Salah satunya adalah anggapan bahwa semua jenis susu memiliki kandungan dan proses pengolahan yang sama.
Dokter sekaligus Entrepreneur, Tirta Mandira Hudhi, menyoroti masih banyaknya kebingungan masyarakat terkait perbedaan susu segar pasteurisasi dan susu UHT.
Menurutnya, kesalahpahaman ini bahkan kerap muncul di media sosial dan menimbulkan berbagai interpretasi yang tidak tepat.
Sebagai seseorang yang rutin berolahraga dan angkat beban, dr. Tirta mengaku susu menjadi salah satu sumber protein yang selalu ia andalkan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
"Sebagai orang yang rutin olahraga dan angkat beban, susu itu adalah sumber protein paling cepat yang bisa saya penuhi selain telur dan dada ayam," tutur dr. Tirta, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Senin (1/6/2026).
dr. Tirta mengatakan bahwa salah satu hal yang sering membuat konsumen bingung adalah penempatan susu yang berbeda di minimarket atau supermarket.
Tidak jarang ada yang mempertanyakan mengapa sebagian susu disimpan di dalam lemari pendingin, sementara sebagian lainnya berada di rak biasa. Padahal, menurut dr. Tirta, perbedaan tersebut bukan terjadi tanpa alasan.
Menurutnya, susu segar pasteurisasi diproses melalui pemanasan dalam waktu singkat untuk membunuh mikroorganisme yang berpotensi merugikan kesehatan. Proses ini dilakukan secara minimal sehingga berbagai kandungan alami dalam susu tetap lebih terjaga.
"Fresh milk pasteurisasi itu dipanasin sebentar untuk membunuh mikroorganisme yang merugikan. Proses itu minimal, artinya nutrisi alaminya masih lebih terjaga," kata dr. Tirta.
Karena melalui proses yang lebih ringan dibandingkan jenis susu lainnya, lanjut dr. Tirta, kandungan mikronutrien dalam susu pasteurisasi cenderung tetap terpelihara.
Namun, konsekuensinya produk ini harus selalu disimpan dalam suhu dingin agar kualitasnya tetap terjaga. Menurut dr. Tirta, penyimpanan di dalam kulkas bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan.
"Karena prosesnya minimal, susunya wajib disimpan di kulkas. Bukan pilihan, tapi wajib. Tujuannya membatasi aktivitas mikroorganisme yang bisa tumbuh kalau disimpan di suhu ruangan," jelasnya.
Baca Juga: Apakah Susu UHT Baik untuk Kesehatan Tulang dan Gigi Anak?