Nama Sony Sonjaya menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir. Purnawirawan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) itu memiliki rekam jejak panjang di bidang penegakan hukum sebelum dipercaya menduduki posisi strategis di Badan Gizi Nasional (BGN).
Sony merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991. Selama berkarier di Korps Bhayangkara, ia banyak bertugas di bidang reserse dan investigasi. Pengalaman tersebut mengantarkannya menduduki sejumlah jabatan penting, baik di tingkat kepolisian daerah maupun pusat.
Karier kepemimpinannya mulai menonjol saat dipercaya menjabat Kapolres Majalengka dan kemudian Kapolres Bandung pada 2011. Setahun berselang, ia dipromosikan menjadi Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat.
Penugasan di bidang reserse terus mewarnai perjalanan kariernya. Pada 2020, Sony menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh. Setahun kemudian, ia kembali mendapat kepercayaan sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh.
Kariernya terus berkembang hingga dipercaya menduduki posisi Kabagrenopsnal Robinopsnal Bareskrim Polri pada 2022. Ia kemudian mengakhiri masa dinasnya di kepolisian dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol).
Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan Prabowo Pilih Nanik Pimpin BGN Usai Tendang Dadan Hindayana
Setelah pensiun dari Polri, Sony melanjutkan pengabdiannya di sektor pemerintahan melalui Badan Gizi Nasional. Ia terlibat dalam proses pembentukan dan penguatan kelembagaan lembaga tersebut.
Sebelum menjabat Wakil Kepala BGN, Sony pernah menduduki posisi Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II serta Ketua Tim Verifikasi BGN. Pengalaman manajerial dan operasional yang dimilikinya dinilai relevan untuk mendukung pelaksanaan berbagai program pemenuhan gizi nasional.
Pada September 2025, Sony resmi dilantik sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi. Dalam jabatan tersebut, ia bertugas mengoordinasikan pelaksanaan berbagai program gizi nasional, termasuk pengawasan distribusi dan verifikasi pelaksanaan program di lapangan.
Perannya menjadi cukup strategis karena berkaitan langsung dengan implementasi Program Makan Bergizi Gratis, salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Baca Juga: Profil Lodewyk Pusung, Mantan Wakil Kepala BGN yang Ditahan dalam Kasus Korupsi MBG
Namun, perjalanan karier Sony di BGN berakhir pada Juni 2026. Namanya masuk dalam proses hukum yang ditangani Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.
Kasus tersebut masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum dan menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan salah satu program prioritas nasional.
Secara keseluruhan, perjalanan karier Sony Sonjaya mencerminkan transformasi dari seorang perwira tinggi kepolisian menjadi pejabat di lembaga yang berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat.
Pengalaman panjang di bidang reserse, manajemen organisasi, dan operasional program publik menjadikannya pernah memegang peran penting dalam pelaksanaan kebijakan gizi nasional di Indonesia.