Fenomena doomscrolling kini bukan sekadar istilah populer di era digital, tetapi mulai menjadi perhatian serius dari sisi kesehatan.
Dokter sekaligus Entrepreneur, Tirta Mandira Hudhi, pun menyoroti bahwa kebiasaan ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan meningkatnya screen time yang berlebihan, dan dampaknya bisa lebih berbahaya dari yang dibayangkan.
Menurutnya, aktivitas sederhana seperti terus-menerus menunduk saat bermain ponsel dapat memicu masalah kesehatan serius, terutama pada bagian leher.
"Jadi, di topik kali ini kita akan nyebut doomscrolling. Doomscrolling itu istilah zaman sekarang. Saya nyebutnya adalah screen time," papar Dokter Tirta, dalam sebuah video sebagaimana dikutip dari laman Instagram @malakaproject.id, Sabtu (18/4/2026).
Lebih lanjut, Dokter Tirta mengungkap bahwa kekhawatiran ini bukan sekadar opini pribadi.
Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh pengamatan dari rekan sejawatnya di dunia medis, termasuk dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS (K), seorang dokter spesialis bedah saraf.
Dari pengamatan mereka, kata dia, mulai muncul tren yang cukup mengkhawatirkan di kalangan anak muda.
“Beliau ngomong bahwa ada tren saraf kejepit di cervical 5 dan 6 dikarenakan anak muda yang main gadget,” ujar Tirta.
Baca Juga: Tak Sekadar Gatal, Ini Penjelasan Dokter Tirta soal Bahaya Biduran
Padahal, kondisi saraf kejepit di area leher, khususnya pada ruas tulang belakang C5 dan C6, selama ini lebih identik dengan usia lanjut.
Dan, umumnya, masalah ini dialami oleh individu berusia di atas 50 tahun akibat proses degeneratif. Namun, kini pola tersebut mulai bergeser.
“Keluhan saraf kejepit di cervical itu mulai meningkat dan ini membuat dokter spine di seluruh Indonesia itu agak kaget,” tambah Dokter Tirta.
Yang lebih mengejutkan, usia pasien pun semakin muda. Dokter Tirta pun menyebut bahwa berdasarkan diskusinya dengan beberapa dokter spesialis, termasuk dr. Adam Mulyono, Sp.OT(K), ditemukan fakta bahwa pasien dengan kondisi ini sudah ada yang berusia 20 tahun.
“Sama! Pasien termudanya usia 20,” tegasnya.
Menurutnya juga, kondisi ini erat kaitannya dengan kebiasaan postur tubuh saat menggunakan ponsel.
Posisi kepala yang terus menunduk atau condong ke depan dalam waktu lama, kata dia, ternyata memberikan tekanan berulang pada tulang belakang leher.
“Ini main HP kan gini nih. Kalau enggak gini. Ini ternyata ngebuat kompresi terus-terusan di C5 dan C6. Dan itu kalau diterus-terusan itu akan membuat saraf kejepit,” pungkas Dokter Tirta.
Baca Juga: Habis Makan Langsung Rebahan Bikin Gemuk? Ini Penjelasan Dokter Tirta