Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi dengan tegas merespons tanggapan berbagai kalangan terkait pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyebut wartawan, pengamat dan LSM adalah londo ireng, istilah era kolonial untuk menyebut pribumi yang membelot dan bersekutu dengan Belanda. 

Hasan mengatakan, pernyataan Prabowo itu sudah direspons secara berlebihan oleh sebagian publik, bagi Hasan itu tidak adil. Dalam konteks demokrasi dan kebebasan berpendapat kritik maupun saran harus berlaku dua arah. 

Baca Juga: Pak Prabowo Pasang Kuping Baik-baik : Musuh Indonesia Bukan Londo Ireng tapi Pengusaha Hitam dan Koruptor!

"Seharusnya, kebebasan berpendapat itu berlaku dua arah. Anda boleh mengatai-ngatai pemerintah, tapi pemerintah juga boleh dong mengkritik Anda," ujar Hasan dilansir Olenka.id Kamis (30/7/2026).

"Jangan kemudian ketika misalnya pemerintah menyatakan ada londo ireng yang berpakaian wartawan, pengamat, dan LSM, terus Anda marah bahwa pemerintah nggak boleh bilang itu. Makanya pada marah-marah dan minta Presiden untuk menyampaikan permintaan maaf ketika, misalnya, ada sebagian orang yang dituduh sebagai londo ireng," tambahnya. 

Mereka yang tidak terima dengan pernyataan kepala negara kata Hasan adalah kelompok yang selalu mengedepankan kebebasan berpendapat, namun sayangnya kebebasan berekspresi itu justru dipaksakan supaya berlangsung satu arah, padahal demokrasi yang sehat adalah yang berlangsung dua arah. 

"Sebagian teman-teman kita yang merasa menjadi pejuang keadilan sosial, menjadi aktivis itu, secara mentalitas, mereka ingin memaksakan jalan satu arah di jalan yang harusnya bisa dua arah. Jadi mereka ingin one way itu di jalan yang harusnya bisa dua arah,” ujarnya. 

“Padahal di dunia kritik, di dunia kebebasan berpendapat, seharusnya kebebasan berpendapat itu berlaku dua arah. Anda boleh mengatai-ngatai pemerintah, tapi pemerintah juga boleh dong mengkritik Anda. Pemerintah juga boleh dong meluruskan supaya hal-hal yang tidak benar selama ini bisa menjadi benar," sambung Hasan. 

Hasan menyayangkan respons berlebihan masyarakat ketika presiden menggunakan istilah londo ireng, padahal kelompok yang merasa sakit ini adalah orang yang sama yang menyerang Prabowo secara pribadi bahkan dengan kata-kata yang tak sopan dan brutal. 

Baca Juga: Simak Baik-baik! Begini Tutorial Lengserkan Gibran dari Kursi Wapres

"Saya kasih contoh, apa saja label, sebutan, kritikan, bahkan mungkin prejudice yang pernah disampaikan oleh teman-teman yang mengaku kelompok kritis ini terhadap Presiden Prabowo. Coba sebutin aja, dari mulai yang agak sopan sampai yang paling nggak sopan kan pernah disampaikan oleh mereka kata-katanya terhadap Presiden Prabowo. Tapi kalau Pak Prabowo bilang londo ireng langsung meradang-meradang. Langsung marah-marah,” pungkasnya.