Pemerhati masalah sosial, politik, dan kebijakan publik Sugiyanto turut merespons polemik pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengatakan jurnalis, pengamat dan LSM adalah londo ireng.
Dia mengatakan, tantangan utama Indonesia sekarang ini bukan masalah londo ireng, musuh utama negara ini adalah penyalahgunaan jabatan oleh pejabat hingga praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Baca Juga: Agenda Jahat Geng Solo di Pemerintah Prabowo Terbongkar, Kasus Febrie Adriansyah Disorot Tajam
Pada sisi lain negara masih harus menghadapi masalah kemiskinan hingga kesenjangan sosial bangsa ini yang tak kunjung mendapat perbaikan.
"Musuh yang nyata adalah penyalahgunaan kekuasaan, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), keserakahan, kemiskinan, kesenjangan sosial, rendahnya integritas, serta tata kelola keuangan negara yang belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat," kata Sugiyanto dilansir Kamis (30/7/2026).
Pernyataan londo ireng yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya di acara Harlah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang digelar pekan lalu memang bikin gusar banyak pihak.
Londo ireng atau pengkhianat bangsa untuk menggeneralisir beberapa profesi itu dinilai sebagai salah satu blunder fatal Prabowo. Sugiyanto meminta seluruh pihak menahan diri.
"Itu yang harus dihadapi Indonesia, bukan memperdebatan istilah londo ireng maupun pelabelan seperti pribumi pembelot, pengkhianat, atau pendukung penjajah," kata Sugiyanto.
Lebih jauh dia mengatakan, apabila istilah londo ireng dimaknai sebagai pribumi yang berkhianat dan berpihak kepada penjajah pada masa lalu, maka dalam konteks Indonesia saat ini, makna tersebut lebih tepat ditujukan kepada mereka yang mengkhianati kepentingan bangsa dan rakyat.
Baca Juga: Prabowo Ujug-ujug Bangun URI, Mahfud MD: Maaf Pak Saya Bukan Londo Ireng tapi Itu Salah!
"Mereka adalah para koruptor, pemimpin dan pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan, serta para konglomerat hitam yang merampas hak-hak rakyat dan mengeksploitasi kekayaan negara demi kepentingan pribadi atau kelompok," pungkas Sugiyanto.