Growthmates, uban atau rambut yang mulai memutih merupakan perubahan yang umum terjadi seiring bertambahnya usia. Namun, belakangan muncul anggapan bahwa rambut beruban justru menjadi tanda tubuh sedang menjalankan mekanisme perlindungan terhadap kanker. Benarkah demikian?
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Yenny Rachmawati, MBiomed, menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak tepat.
Dipaparkan dr. Yenny, munculnya uban tidak dapat diartikan sebagai tanda sistem imun sedang bekerja untuk melindungi tubuh dari kanker.
“Uban bukan berarti tubuh secara aktif melawan kanker. Warna rambut tidak dapat digunakan sebagai penanda untuk memperkirakan risiko kanker seseorang,” papar dr. Yenny, sebagaimana dikutip Olenka dari laman IPB University, Jumat (18/9/2026).
Anggapan tersebut salah satunya muncul setelah penelitian pada 2025 menemukan adanya hubungan antara kerusakan DNA pada sel punca melanosit dengan dua kemungkinan, yakni rambut memutih atau terbentuknya lesi yang berpotensi berkembang menjadi melanoma, salah satu jenis kanker kulit.
Untuk memahami hubungan tersebut, dr. Yenny mengatakan, warna rambut berkaitan dengan aktivitas sel penghasil pigmen.
“Warna rambut dihasilkan oleh melanosit yang memproduksi pigmen melanin. Sel tersebut berasal dari sel punca melanosit yang tersimpan di folikel rambut. Seiring bertambahnya usia, sebagian sel punca dapat berkurang, kehilangan fungsi, atau tidak lagi berada pada lokasi yang tepat. Akibatnya, rambut yang tumbuh kekurangan pigmen sehingga tampak putih atau abu-abu,” urai dr. Yenny.
Penelitian eksperimental pada tikus menunjukkan bahwa ketika sel punca melanosit mengalami kerusakan DNA, sel tersebut dapat mengambil jalur yang berbeda. Sebagian sel mengalami penuaan atau senescence yang kemudian berujung pada pemutihan rambut.
Namun, dalam kondisi tertentu, terutama ketika kerusakan tersebut dipengaruhi oleh zat karsinogenik, sel dapat mempertahankan diri dan berpotensi berkembang menjadi lesi melanositik yang mengarah pada melanoma.
Temuan tersebut bukan berarti uban memiliki fungsi sebagai mekanisme tubuh untuk mencegah kanker. dr. Yenny menegaskan, hingga saat ini belum terdapat bukti epidemiologis yang memadai bahwa orang yang lebih cepat beruban memiliki risiko melanoma atau jenis kanker lainnya yang lebih rendah.
Dengan demikian, cepat beruban tidak dapat diartikan bahwa seseorang memiliki perlindungan lebih baik terhadap kanker. Sebaliknya, seseorang yang belum beruban juga tidak otomatis memiliki risiko kanker yang lebih tinggi.
Baca Juga: Risiko Kanker Payudara Naik 60 Persen karena Cat Rambut? Ini Penjelasan Pakar IPB