Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi merespon pernyataan konsultan politik, Saiful Mujani yang mengajak aktivis menggulingkan Prabowo Subianto dari kursi kepresidenan.
Hasan Nasbi mengeritik keras pernyataan bernada provokatif yang disampaikan pendiri lembaga survei SMRC dalam sebuah acara halal-bihalal itu.
Menurut Hasan Nasbi, orang macam Saiful Mujani ini pasti selalu ada di setiap negara, mereka kerap tampil sebagai pejuang demokrasi dan kepentingan bangsa, tetapi sayang mereka kerap kali mengukur demokrasi dengan isi perut sendiri, demokrasi bakal diklaim berada di jalan yang salah jika kebijakan pemerintah tak menguntungkan mereka. Dia menyayangkan pernyataan tersebut, sebab itu disampaikan Saiful Mujani yang bergelar profesor politik.
Baca Juga: IKPI Dorong Percepatan Pembahasan Sejumlah RUU Strategis
“Memang ada kelompok masyarakat di bangsa kita maupun di negara lain yang itu mengaku pejuang demokrasi, tapi mereka mengukur demokrasi itu dengan isi perutnya sendiri. Mengukur demokrasi itu dengan perasaan dan keinginannya sendiri,” ujar Hasan dalam sebuah video yang diunggah di Instagram @microphone.hasan.nasbi dilansir Senin (6/4/2026).
“Jadi kalau keinginannya kesampaian, kalau perasaannya terpenuhi, kalau dia terlibat dalam sebuah kebijakan, maka dia akan bilang demokratis. Tapi kalau keinginannya tidak kesampaian, kalau perasaan-perasaannya tidak terpenuhi, kalau dia tidak terlibat dalam pengambilan sebuah kebijakan, dia akan bilang itu tidak demokratis,” tambahnya.
Hasan Nasbi juga menyayangkan pernyataan tersebut disampaikan dalam momentum halal-bihalal yang seharusnya menjadi momen bersilaturahmi dan saling memaafkan. Hasan menilai pernyataan Saiful Mujani adalah gambaran nyata orang sok paten.
“Jadi momen halal-bihalal diisi dengan pidato-pidato sok paten, pidato-pidato yang memprovokasi bangsa sendiri, pidato-pidato yang mengajak orang lain untuk menjatuhkan pemerintah. Jadi saya agak miris menyaksikan pidato-pidato di acara halal-bihalal itu,” ujarnya.
Hasan menilai, Saiful Mujani hanya bagian dari orang-orang yang kurang beruntung dalam kompetisi politik, mendukung calon presiden yang kalah dalam Pemilu 2024.
Orang-orang semacam itu, lanjut Hasan, seringkali tergoda untuk menyampaikan kata-kata yang melampaui batas, seperti ajakan untuk menjatuhkan dan gulingkan pemerintah, atau melalui impeachment agar terkesan lebih konstitusional.
“Artinya dia kan mendukung capres-capres juga. Orang-orang ini kan kemarin juga mendukung capres-capres, tapi kebetulan kurang beruntung. Di pemilu terakhir, mereka kurang beruntung,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, potongan-potongan pidato Saiful Mujani dalam acara halal-bihalal tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial. Ia mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo sudah tidak lagi menganut sistem presidensial.
Menurutnya, prosedur pemakzulan yang formal atau impeachment sudah tidak akan efektif pada era pemerintahan Prabowo. Ia pun menawarkan alternatif lain untuk menjatuhkan Prabowo yaitu dengan mengonsolidasikan gerakan sipil.
"Menurut Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impeachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu," ucap Saiful.
Baca Juga: Rayu Investor Jepang Masuk Indonesia, Prabowo: Kalau Ada Keluhan Langsung Ngadu ke Saya
Ia juga mengatakan bahwa Prabowo sudah tidak mungkin lagi untuk dinasihati. Maka satu-satunya cara untuk menyelamatkan negara ini adalah dengan dijatuhkan.
"Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan, itulah menyelamatkan tapi bukan menyelamatkan Prabowo menyelamatkan diri kita dan bangsa ini," ungkap Saiful.