Kikiek menduga Sutrimo meninggal dibunuh dengan cara diracun, dia mengatakan ada dua jenis racun yang diduga kuat dipakai untuk menghabisi Sutrimo yakni arsenikum atau sianida.
"Salah satu kemungkinannya adalah diracun. Kalau diracun, ada dua jenis yang biasa dipakai, yakni arsenikum dan sianida," ujarnya.
Sayangnya kata dia, zat kedua jenis racun itu bakal sukar terdeteksi jika proses autopsi terlambat dilakukan apalagi jarak kematian dan proses autopsi sampai berhari-hari.
"Kalau empat jam langsung ketahuan. Tapi kalau satu atau dua hari, sisa-sisanya masih bisa ditelusuri meski residunya tinggal sedikit. Kalau jaksa penuntut nantinya ingin membuktikan ini diracun, bisa saja tidak ada lagi bukti medis forensiknya karena sudah hilang," katanya.
Meski demikian, menurut Kikiek, pembuktian masih dapat dilakukan melalui bukti forensik lain apabila ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik.
"Kalau sebelum meninggal dia dicekik, ditembak, atau mengalami kekerasan fisik lainnya, itu masih bisa dibuktikan meski sudah sebulan," tuturnya.
Ia pun mempertanyakan apakah dugaan peracunan tersebut merupakan bagian dari sebuah desain untuk menghilangkan jejak.
"Kalau memang desain, itu bagian yang sangat krusial untuk menghindari kasus TPPU-nya," pungkasnya