Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menggelar sebuah pertemuan di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin (28/9/2026). 

Pertemuan itu mengingatkan publik pada pertemuan legendaris kedua tokoh yang pernah terjadi jauh sebelumnya yang oleh publik kemudian dikenal dengan istilah ‘politik nasi goreng’ Setidaknya politik nasi goreng sudah dua kali digelar Mega-Prabowo. 

Baca Juga: Menghitung Peluang Dedi Mulyadi di Pilpres 2029: Kans Jadi Cawapres Prabowo Terbuka Lebar!

Pertama dilakukan pada 2009, saat itu Megawati berpasangan dengan Prabowo sebagai calon presiden dan calon wakil presiden, ke duanya membicarakan berbagai strategi politik sembari menyantap nasi goreng bikinan Megawati. 

Momen ini kembali diulang pada 2019. Saat itu Megawati menjamu Prabowo dengan hidangan yang sama, namun keduanya berpisah jalan, Prabowo memilih maju sebagai calon presiden melawan Joko Widodo (Jokowi) yang diusung Megawati dan PDI-P. 

Pada pertemuan kali ini, Mega-Prabowo sebenarnya hendak mengulang momen tersebut namun itu tidak kesampaian lantaran berbagai alasan. 

“Yang dibahas kemarin itu nasi goreng yang belum keluar karena belum jam makan malam,” kata Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad yang saat itu menemani Prabowo dalam pertemuan tersebut. 

Lantaran batal, Megawati dan Prabowo kini sama-sama sedang mencari waktu lowong untuk menggelar pertemuan berikutnya sambil menyantap nasi goreng bikinan Megawati. 

Meski kedua kubu tidak pernah menjelaskan secara terperinci makan di balik politik nasi goreng part III ini. Tetapi pertemuan keduanya tidak bisa dimaknai secara sederhana, itu bukan pertemuan bisa ada pesan politik yang perlu dilihat dari sudut pandang berbeda.  

“Jadi nanti akan diatur lain waktu untuk bareng-bareng makan nasi goreng. Nah kan pasti ditanya kan, lagi diatur sama Mbak Puan,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan kedua belah pihak telah menyepakati pertemuan Megawati-Prabowo dihelat pada 17 Oktober 2026 mendatang yang bertepatan dengan ulang tahun Prabowo.

“Pertemuan lanjutan, insyaAllah. Mudah-mudahan pertemuan lanjutan itu bisa di tanggal 17 Oktober ketika Bapak Presiden kita ulang tahun,” kata Said.

Baca Juga: Belajar dari SBY yang Melepas JK, Pola Prabowo Tentukan Cawapres di Pilpres 2029 Mulai Terbaca, Gibran Berpotensi Didepak!

Meski demikian, Said mengatakan belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai agenda pertemuan tersebut. Ia juga belum bersedia membeberkan apa saja yang bakal dibahas nantinya. 

“Belum. Hanya ya mudah-mudahan di ulang tahun Bapak Presiden, Ibu akan hadir dan sebagainya,” ujarnya.