Didirikan sejak 2006 di Singapura, perjalanan Parkway Cancer Centre (PCC) memasuki usia ke-20 tahun ini dengan tiga nilai utamanya: Trust, Care, dan Hope. Empat dokter pendirinya, yakni Dr Ang Peng Tiam, Dr Khoo Kei Siong, Dr Teo Cheng Peng, dan Dr Lim Hong Liang, membangun pusat kanker yang memungkinkan pasien memperoleh perawatan yang lebih terkoordinasi.

Dalam 20 tahun terakhir, kemajuan dalam diagnosis dan pengobatan kanker memungkinkan pendekatan yang semakin individual dengan mempertimbangkan jenis dan stadium kanker, karakteristik penyakit, kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta kebutuhan setiap pasien.

Baca Juga: 5 Mitos Penyakit Jantung pada Wanita yang Bisa Menunda Diagnosis dan Pengobatan

“Saya percaya kepercayaan tumbuh ketika pasien merasa bahwa dokter mereka tidak hanya kompeten, tetapi juga mengutamakan kepentingan terbaik mereka dan peduli terhadap kesejahteraan mereka. Kepercayaan dimulai ketika pasien merasa didengarkan dan kekhawatiran mereka ditanggapi dengan serius. Kepercayaan terus dibangun ketika kami meluangkan waktu untuk menjelaskan segala sesuatu dengan jelas dan jujur, serta mendampingi mereka menghadapi ketidakpastian dan keputusan-keputusan sulit,” ujar Dr Khoo Kei Siong, Deputy Medical Director Parkway Cancer Centre, di Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Bagi PCC, kemajuan dalam perawatan kanker bukan hanya tentang teknologi medis, melainkan juga tentang bagaimana pasien dan keluarga menjalani proses pengobatan. Pilihan pengobatan saat ini dapat mencakup operasi, radioterapi, kemoterapi, terapi hormonal, terapi target, dan imunoterapi, bergantung pada jenis dan karakteristik kanker. Pendekatan multidisiplin memungkinkan berbagai spesialis medis berkontribusi dalam menentukan perawatan yang paling sesuai bagi setiap pasien.

Kisah dari Indonesia

Salah satu gambaran perjalanan tersebut terlihat dalam kisah Vonny Indriaty, perempuan asal Yogyakarta yang didiagnosis menderita kanker payudara stadium 4 sekitar satu dekade lalu. Kanker telah menyebar ke otak, tulang belakang, dan tulang. Vonny menjalani radioterapi dan kemoterapi. Kondisinya kemudian memburuk hingga menyebabkan kedua kakinya mengalami kelumpuhan. Ia menjalani fisioterapi selama tiga tahun dan secara bertahap belajar berjalan kembali.

Pandemi Covid-19 sempat membuat Vonny melanjutkan perawatan di Indonesia. Ketika kankernya kambuh pada 2022, ia menjalani operasi dan kemoterapi sebelum kembali ke Singapura untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Kini, hampir 10 tahun sejak diagnosis pertama, ia masih menjalani terapi pemeliharaan setiap tiga minggu. Sepanjang perjalanan tersebut, dukungan keluarga dan hubungan yang terus terjalin dengan tim medis menjadi bagian penting dalam upayanya untuk terus menjalani hidup.

Bagi Vonny, harapan tidak selalu berarti kepastian tentang masa depan. Harapan hadir melalui kesempatan untuk terus menjalani hidup, mendapatkan perawatan, dan menghabiskan waktu bersama keluarga. “Besok adalah besok. Hari ini, saya masih hidup,” ujar Vonny.

Bagi para penyintas kanker, Dr Khoo juga memberikan dorongan, “Percayalah pada kemampuan Anda untuk pulih. Rencanakan aktivitas fisik, jaga diri, lakukan pemeriksaan rutin, dan terus jalani hidup sepenuhnya melalui passion dan hubungan Anda dengan orang-orang terdekat.”

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga, terutama pasangan, dalam mendukung proses penyembuhan secara fisik maupun emosional. Nutrisi dan olahraga teratur merupakan bagian penting dari pemulihan, sementara menjaga berat badan yang sehat dan tetap aktif secara fisik juga dapat membantu menurunkan risiko kekambuhan. Kemajuan medis, khususnya dalam terapi target dan imunoterapi, terus membuka peluang baru untuk meningkatkan angka harapan hidup dan kualitas hidup pasien kanker payudara dan kanker ginekologi.