Menjaga kesehatan ginjal sering kali dikaitkan dengan satu hal sederhana: cukup minum air putih. Padahal, ada kebiasaan sehari-hari lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan, terutama apa yang masuk ke dalam tubuh.

Dokter spesialis nefrologi mengingatkan, pola makan yang buruk, terutama terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji, makanan tinggi garam, dan makanan ultra-proses, dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan yang pada akhirnya berdampak pada ginjal.

Dokter spesialis nefrologi dari Cook County Health, dr Kalyani Perumal, MD, mengatakan kebiasaan mengonsumsi makanan kurang sehat kerap terbentuk sejak usia muda dan terbawa hingga dewasa.

“Sebagai anak-anak dan remaja, kita terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji karena jadwal sekolah yang sibuk, masa-masa kuliah yang penuh tekanan, banyaknya kegiatan, serta kehidupan sosial yang aktif. Hal ini menjadi kebiasaan yang sulit dilepaskan,” terang dr Perumal, dikutip dari Parade pada Senin (28/09/2026).

Baca Juga: Keracunan MBG di SMA Berastagi, Dokter Ungkap Temuan Bakteri hingga Risiko Gagal Ginjal

Masalahnya, dampak dari pola makan tersebut tidak selalu langsung terasa. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi natrium dan makanan ultra-proses dapat berkontribusi terhadap obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, hingga kolesterol tinggi.

Padahal, kondisi-kondisi tersebut merupakan sejumlah faktor risiko yang berkaitan dengan kerusakan ginjal.

Mengapa Garam Berlebih Bisa Berdampak pada Ginjal?

Asupan garam yang terlalu tinggi dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Kondisi tersebut kemudian dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah dan berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi.

Jika berlangsung terus-menerus, tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di dalam ginjal yang berperan penting dalam proses penyaringan darah.

Ginjal sendiri bekerja tanpa henti untuk menyaring limbah dan kelebihan cairan dari tubuh. Karena itu, pola makan sehari-hari menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk membantu menjaga fungsi organ tersebut.

Baca Juga: Stres Kronis Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi dan Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Yang membuat masalah ginjal sulit dikenali adalah kemampuan ginjal untuk tetap bekerja meski fungsinya sudah mengalami penurunan.

Seseorang bisa saja belum merasakan keluhan berarti ketika fungsi ginjalnya mulai terganggu. Akibatnya, masalah baru diketahui setelah kondisinya berkembang lebih jauh.

Dr Perumal menyebut tanda-tanda awal penyakit ginjal justru lebih dapat diketahui melalui pemeriksaan medis.

“Tanda-tanda paling awal dari penyakit ginjal hanya dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah dan urine,” tegasnya.

Karena itu, menjaga kesehatan ginjal bukan hanya soal memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Membatasi makanan tinggi garam, mengurangi makanan ultra-proses dan fast food, serta memperhatikan faktor risiko seperti tekanan darah dan gula darah juga menjadi bagian penting dari kebiasaan hidup sehat.