Kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line yang menewaskan 16 orang kini telah masuk dalam tahap penyidikan setelah pihak kepolisian mengantongi bukti cukup untuk meningkatkan status perkara tersebut. 

Terkait hal itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan perseroan mendukung penuh langkah tersebut, kasus hukum dalam peristiwa berdarah itu mesti diusut tuntas. 

Baca Juga: KAI Properti Siap Tingkatkan Performa KA Batu Bara di Sumatera Selatan

“Seluruh proses investigasi harus didukung sepenuhnya demi keselamatan transportasi kereta api ke depannya,” kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba dilansir Minggu (3/5/2026)/ 

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memastikan peningkatan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan.

Kecelakaan yang terjadi pada Senin malam (27/4/2026) itu mewaskan 16 korban jiwa, seluruhnya perempuan, dan menjadi salah satu insiden paling memilukan dalam beberapa waktu terakhir.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa penyidik telah melakukan serangkaian langkah, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, hingga pengumpulan barang bukti termasuk rekaman CCTV.

Sejauh ini, sebanyak 24 saksi telah dimintai keterangan. Polisi juga tengah mendalami peran tujuh orang lainnya yang terkait langsung dengan operasional perjalanan kereta, mulai dari petugas pengendali perjalanan, PPKA, petugas sinyal, hingga masinis dari kedua kereta yang terlibat.

Untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, penyidik turut melibatkan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri. Pemeriksaan difokuskan pada kemungkinan gangguan teknis, termasuk sistem sinyal dan kelistrikan di lokasi kejadian.

Baca Juga: Kerap Bermasalah hingga Jadi Biang Kerok Kecelakaan Bekasi, Taksi Xanh SM Harus Dievaluasi

Dalam perkembangan lain, seorang pengemudi taksi online yang sempat dikaitkan dengan rangkaian insiden masih berstatus saksi. Diketahui, pengemudi berinisial RRP tersebut baru mulai bekerja beberapa hari sebelum kejadian berlangsung.

Hingga kini, proses penyidikan terus berjalan guna mengungkap secara menyeluruh penyebab kecelakaan serta pihak yang harus bertanggung jawab.