KAI Properti konsisten menerapkan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur perkeretaapian nasional melalui proyek penataan emplasemen di Stasiun Banjarsari dan Stasiun Merapi.
Hingga saat ini, progres pembangunan telah memasuki tahap akhir penyelesaian proyek. Proyek penataan emplasemen ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan efisiensi operasional angkutan kereta, khususnya untuk mendukung distribusi logistik batu bara di wilayah Sumatera Selatan.
Baca Juga: Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Prabowo Minta KAI Evaluasi
Di Stasiun Banjarsari, KAI Properti melakukan penambahan jalur dari tiga jalur menjadi empat jalur, guna mendukung peningkatan kapasitas angkutan batu bara. Proyek ini juga mencakup pembangunan fasilitas stasiun untuk meningkatkan pelayanan perjalanan kereta api, serta penambahan jalur simpan dengan spesifikasi Sf 60.
Sementara itu, di Stasiun Merapi dilakukan peningkatan kapasitas jalur dari tiga jalur menjadi lima jalur. Pengembangan ini juga dilengkapi dengan penambahan jalur langsir guna mendukung kelancaran operasional angkutan batu bara di emplasemen tersebut.
Sekretaris Perusahaan KAI Properti, Ramdhani Subagja, menyampaikan bahwa proyek ini menjadi langkah strategis dalam mendukung penguatan logistik berbasis transportasi rel.
“Penataan emplasemen di Stasiun Banjarsari dan Stasiun Merapi di wilayah Sumatera Selatan merupakan bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan kapasitas dan keandalan operasional perkeretaapian, khususnya untuk mendukung distribusi logistik yang lebih efisien,” ujar Ramdhani dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/5/2026).
Dengan progres yang telah mencapai lebih dari 90%, proyek ini ditargetkan segera rampung dan dapat dioperasikan sehingga mampu mendukung peningkatan kinerja angkutan batu bara di Sumatera Selatan sebagai salah satu koridor logistik utama nasional.
Melalui penataan emplasemen ini, KAI Properti kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembangunan dan pengembangan infrastruktur perkeretaapian yang andal guna mendukung sistem transportasi perkeretaapian yang produktif dan berkelanjutan di Indonesia.