Ketua Satuan Tugas Pangan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), M Hadi Nainggolan, menyampaikan pesan tegas kepada para pengelola dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia pun mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada niat dan komitmen awal para pelaksana di lapangan.

Menurut Hadi, program MBG bukan sekadar kegiatan operasional penyediaan makanan, melainkan upaya strategis untuk memastikan generasi penerus bangsa mendapatkan asupan gizi yang layak.

Karena itu, kualitas makanan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengejar keuntungan.

“Ayo kita luruskan niat. Jadi mengelola SPPG MBG ini jangan mindset-nya, pikirannya langsung cuan uang dulu. Ini yang buat rusak. Mohon izin, banyak yang keracunan, banyak yang nggak sesuai standar, karena otaknya sudah langsung uang dulu,” tegas Hadi, saat ditemui Olenka, di Jakarta, baru-baru ini.

Hadi menegaskan bahwa pola pikir yang terlalu berorientasi bisnis justru berpotensi merusak tujuan mulia program tersebut.

Hadi menyayangkan masih adanya praktik yang mengabaikan standar kualitas, sehingga berdampak pada keamanan dan kelayakan makanan yang disajikan.

“Otaknya bisnis terus. Padahal program MBG ini kita dari HIPMI mendukung penuh sejak awal. Ini program yang sangat baik dan strategis,” lanjutnya.

Baca Juga: HIPMI Dorong Hilirisasi Sawit di Sektor Pangan