Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan jika Pemprov DKI telah menyiagakan 1.200 pompa air untuk mengatasi banjir yang terjadi di sejumlah titik imbas hujan lebat yang terjadi sejak dini hari pada, Senin (12/1/2026).
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga pukul 11.00 WIB terdapat 22 RT dan 33 ruas jalan yang terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 20 Cm sampai dengan 95 Cm.
Baca Juga: Fenomena Mikroplastik dalam Air Hujan Ancam Kesehatan Manusia, Ini Kata Pakar!
"Sekarang ini semuanya kita siagakan ada 1.200 pompa kurang lebih 600 pompa yang portabel 600 pompa yang stasioner," kata Pramono di Jakarta.
Lanjutnya, ia mengatakan saat ini banjir di Jakarta relatif dapat ditangani secara cepat berkat kesiagaan sarana dan prasarana di lapangan. "Kalau lihat sekarang curah hujan yang seperti ini dulu pasti udah genangan di mana-mana," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) terdapat 8 dari 13 Pintu Air yang berstatus Waspada, berikut daftar pintu air dengan status dan tinggi muka air (TMA):
- Pintu Air Pesanggrahan, TMA 240 Cm, Status Waspada
- Pintu Air Angke Hulu, TMA 160 Cm, Status Waspada
- Pintu Air Katulampa, TMA 40 Cm, Status Normal
- Depok, TMA 150 Cm, Status Normal
- Pintu Air Manggarai, TMA 705, Status Normal
- Pintu Air Krukut Hulu, TMA 180 Cm, Status Waspada
- Pintu Air Karet, TMA 470 Cm, Status Waspada
- Pintu Air Waduk Pluit, TMA 60 Cm, Status Normal
- Pintu Air Pasar Ikan, TMA 190 Cm, Status Waspada
- Pintu Air Marina, TMA 200 Cm, Status Waspada
- Pintu Air Cipinang Hulu, TMA 170 Cm, Status Waspada
- Pintu Air Sunter Hulu, TMA 200 Cm, Status Waspada
- Pintu Air Pulogadung, TMA 470 Cm, Status Normal.