Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, payung bukan aksesori musiman, melainkan perlengkapan harian, baik untuk melindungi diri dari hujan maupun terik matahari. Untuk itu, memilih payung bukan sekadar urusan harga, warna, atau desain. Ketahanan terhadap angin, kualitas rangka, serta bahan kain kanopi menjadi faktor krusial agar payung tidak cepat rusak.

Namun, tidak sedikit payung yang hanya bertahan dalam hitungan bulan. Masalahnya beragam, mulai dari rangka patah saat tertiup angin, kain merembes air, hingga mekanisme lipat yang macet. Karena itu, memilih merek payung yang benar-benar awet bisa menjadi investasi kecil yang manfaatnya terasa dalam jangka panjang.

Berdasarkan ulasan konsumen, rekomendasi media lifestyle internasional, serta spesifikasi teknis produk, berikut tujuh merek payung yang dikenal tahan lama dan berkualitas.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Film yang Bisa Temani Tahun Baru, Intip Yuk!

Davek

Davek kerap masuk daftar payung premium terbaik di dunia. Merek asal Amerika Serikat ini dikenal karena kualitas konstruksinya yang sangat solid. Rangka payung Davek menggunakan kombinasi baja tahan karat dan fiberglass yang lentur namun kuat, sehingga mampu menahan terpaan angin kencang tanpa mudah patah.

Keunggulan utamanya terletak pada lifetime warranty atau garansi seumur hidup. Fitur ini jarang dimiliki merek lain dan mencerminkan kepercayaan produsen terhadap daya tahan produknya. Kanopinya dilapisi material anti air berkualitas tinggi yang mampu menahan hujan deras tanpa merembes.

Baca Juga: Rekomendasi 7 Buku untuk Meningkatkan Produktivitas dan Performa Profesional

Di Indonesia, payung Davek umumnya dibanderol mulai Rp1 juta hingga Rp3,5 juta, tergantung model dan distributor. Harga yang tinggi sebanding dengan usia pakai yang panjang.

Repel

Untuk kategori payung lipat travel, Repel menjadi salah satu pilihan populer secara global. Merek ini sering direkomendasikan sebagai best overall umbrella berkat desain dual canopy, yakni dua lapis kain yang memungkinkan angin lewat tanpa membalik payung.

Rangkanya terbuat dari fiberglass yang ringan namun kokoh. Ukurannya ringkas saat dilipat, sehingga praktis disimpan di tas tanpa mengorbankan kekuatan struktur. Repel cocok bagi pengguna dengan mobilitas tinggi yang membutuhkan payung kecil tetapi tahan lama.

Di Indonesia, Repel umumnya tersedia melalui jalur impor dengan kisaran harga sekitar Rp500 ribu ke atas, bergantung pada marketplace dan ongkos kirim.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal Terbaik, Harga Terjangkau Mulai Rp150 Ribuan

Blunt

Blunt dikenal luas sebagai payung yang dirancang khusus untuk menghadapi angin kencang. Merek asal Selandia Baru ini memiliki desain ujung payung membulat tanpa sisi tajam, yang membantu mendistribusikan tekanan angin secara merata sekaligus lebih aman bagi pengguna sekitar.

Sistem tulang penyangganya fleksibel dan mampu kembali ke bentuk semula setelah terkena dorongan kuat. Berkat desain unik dan material premium, Blunt kerap dipilih oleh pengguna di wilayah berangin atau dengan cuaca ekstrem.

Di pasar Indonesia, harga payung Blunt berkisar antara Rp900 ribu hingga Rp2 juta.

Knirps

Knirps merupakan pelopor payung lipat modern asal Jerman. Merek ini terkenal dengan mekanisme otomatisnya yang presisi dan tahan lama. Banyak ulasan konsumen menyebut payung Knirps tetap berfungsi optimal meski telah digunakan bertahun-tahun.

Rangkanya terbuat dari aluminium dan fiberglass yang ringan namun stabil, sementara kanopinya menggunakan kain anti air berkualitas tinggi. Knirps juga menyediakan layanan perbaikan resmi, menjadikannya pilihan ideal bagi pengguna yang mengutamakan kepraktisan sekaligus umur pakai panjang.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Brand Hijab Lokal yang Bahannya Gampang Diatur!

Di marketplace Indonesia, harga Knirps berkisar antara Rp649 ribu hingga Rp1,29 juta, tergantung model dan ukuran.

Totes

Untuk kebutuhan harian dengan harga lebih terjangkau, Totes dikenal sebagai merek yang konsisten dalam kualitas. Payung Totes banyak direkomendasikan sebagai everyday umbrella karena memadukan harga yang masuk akal, desain fungsional, dan material yang cukup kuat.

Rangkanya umumnya menggunakan baja ringan berlapis anti karat, sementara kain kanopinya mampu menahan hujan sedang hingga lebat. Meski tidak sekelas payung premium, Totes tetap lebih awet dibanding payung generik tanpa merek jelas. Harga payung Totes di pasaran umumnya berada di kisaran Rp300 ribu hingga Rp700 ribu.

Baca Juga: 9 Rekomendasi Psikolog di Jabodetabek untuk Akses Konsultasi yang Lebih Mudah

Frankford

Frankford dikenal sebagai merek payung outdoor dan all-weather yang tangguh. Produk-produknya banyak digunakan di area terbuka seperti kafe, taman, pantai, hingga teras rumah. Rangkanya menggunakan aluminium atau baja tebal yang kokoh, dipadukan dengan kanopi polyester berlapis pelindung UV dan anti air.

Sistem pengunci yang kuat membuat payung Frankford stabil meski diterpa angin atau hujan deras. Ukurannya besar dan tidak praktis dibawa bepergian, tetapi unggul untuk penggunaan jangka panjang di luar ruangan.

Harga payung Frankford tergolong tinggi. Model payung pantai standar dibanderol sekitar US$315–395 (sekitar Rp4,7–5,9 juta), sementara model patio yang lebih besar bisa mencapai di atas Rp6 juta.

Goto

Di pasar lokal, Goto menonjol sebagai merek payung dengan harga terjangkau dan fungsi yang memadai. Produk-produknya menggunakan rangka baja ringan atau kombinasi fiberglass sederhana, dilengkapi mekanisme lipat otomatis yang praktis.

Baca Juga: Rekomendasi 7 Bacaan Penting untuk Membentuk Kepribadian yang Lebih Kuat dan Komunikasi yang Efektif

Kanopinya cukup efektif menahan hujan rutin, meski tidak dirancang untuk kondisi angin ekstrem. Berdasarkan ulasan konsumen di berbagai marketplace, payung Goto dinilai tahan digunakan berulang kali untuk aktivitas harian seperti berangkat kerja atau kuliah.

Harga payung Goto sangat kompetitif, mulai dari Rp34 ribu hingga Rp69 ribu untuk model standar, dan sekitar Rp109 ribu ke atas untuk varian yang lebih besar atau premium.

Payung yang awet tidak selalu harus mahal. Faktor penentunya terletak pada kombinasi material rangka, kualitas kanopi, serta desain yang stabil menghadapi angin. Namun, perlu kamu pahami, dengan memilih payung sesuai kebutuhan dan kondisi pemakaian, perlengkapan sederhana ini bisa bertahan lebih lama dan tidak perlu sering diganti.