Kehidupan orang kaya selalu menjadi sorotan menarik masyarakat. Tidak heran, peringkat orang-orang terkaya di Indonesia bahkan dunia rutin dilakukan dan berhasil menarik perhatian masyarakat luas.
Selain jumlah kekayaan dan gaya hidup para konglomerat, sisi lain yang sering muncul dari para konglomerat tersebut adalah kebiasaan mereka dalam berbagi. Orang kaya di Tanah Air berikut juga tercatat mendirikan yayasan untuk menjalankan berbagai misi dalam bidang kemanusiaan. Selain sebagai sarana berbagi, membangun yayasan dipercaya dapat menjaga nama baik hingga menjaga warisan dari para konglomerat berikut.
Baca Juga: Deretan Istri Konglomerat Indonesia yang Aktif di Bisnis
Kali ini, Olenka merangkumkan delapan (8) yayasan milik para konglomerat Indonesia:
1. Djarum Foundation (Hartono bersaudara)
Kakak beradik Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono merupakan pemilik konglomerasi bisnis Djarum Group. Di bidang kemanusiaan, mereka mendirikan yayasan bernama Djarum Foundation pada 30 April 1986 untuk memajukan Indonesia sebagai negara digdaya.
Djarum Foundation memfokuskan kegiatan mereka ke dalam lima bidang, yakni Bakti Sosial, Bakti Olahraga, Bakti Lingkungan, Bakti Pendidikan, dan Bakti Budaya. Beberapa program yang telah dikembangkan oleh Djarum Foundation, di antaranya, adalah program beasiswa prestasi (Merit Scholarship) Djarum Beasiswa Plus untuk mahasiswa perguruan tinggi berprestasi di Indonesia; Galeri Indonesia Kaya sebagai ruang edutainment budaya berbasis teknologi digital; serta menginisiasi lahirnya Perkumpulan Bulutangkis Djarum (PB Djarum) sebagai wadah pembibitan bakat-bakat potensial terbaik.
2. Tahir Foundation (Dato Sri Tahir)
Selanjutnya, ada Tahir Foundation yang didirikan oleh pemilik Mayapada Group, Dato Sri Tahir. Yayasan ini tercatat telah berulang kali menyalurkan bantuan untuk berbagai kegiatan, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.
Salah satu donasi terbesar yang dilakukan oleh Tahir Foundation terjadi ketika bekerja sama dengan Bill dan Melinda Gates Foundation. Lewat kemitraan tersebut, total US$200 juta disalurkan selama 2013 hingga 2018. Selain di dalam negeri, Dato Sri Tahir lewat Tahir Foundation juga pernah menyerahkan bantuan kemanusiaan sebesar 500 ribu dolar AS atau senilai Rp7,5 miliar kepada Pemerintah Palestina pada Oktober 2023 lalu.
3. Tanoto Foundation (Sukanto Tanoto)
Salah satu beasiswa bergengsi yang paling diincar mahasiswa Indonesia adalah Beasiswa TELADAN (Transformasi Edukasi untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan) dari Tanoto Foundation. Tidak hanya menanggung biaya kuliah, program beasiswa ini juga menawarkan sejumlah program yang bermanfaat bagi pengembangan soft skills para penerimanya.
Sejak didirikan pada 1981, Tanoto Foundation yang mempunyai visi menciptakan dunia di mana setiap individu memiliki kesempatan untuk mewujudkan potensi penuh mereka, memang berfokus pada sektor pendidikan, pengembangan kepemimpinan, serta riset dan inovasi. Yayasan ini didirikan oleh pemilik RGE (Royal Golden Eagle) Group, Sukanto Tanoto, bersama istrinya, Tinah Bingei Tanoto.
4. Artha Graha Peduli (Tommy Winata)
Konglomerat lainnya yang juga mendirikan yayasan adalah Tommy Winata. Pemilik grup bisnis Artha Graha Network ini mendirikan yayasan nirlaba Artha Graha Peduli (AGP) pada tahun 1990. Yayasan ini menjalankan misi kemanusiaan yang menjadi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dalam lima pilar, yakni pelestarian lingkungan, penanggulangan bencana, sosial kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat, serta hukum & keadilan.
AGP rutin melakukan pasar murah di berbagai wilayah, turun menanggulangi bencana seperti pada bencana banjir di Pulau Sumatera beberapa waktu lalu, juga mengelola Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) sejak tahun 1997. TWNC berfokus pada pelestarian harimau Sumatera.
5. Eka Tjipta Foundation (Eka Tjipta Widjaja)
Eka Tjipta Widjaja merupakan pendiri Sinar Mas Group yang juga mendirikan organisasi nirlaba Eka Tjipta Foundation (ETF). Yayasan ini berdiri pada tahun 2006 sebagai wadah pelaksanaan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan bagi seluruh unit usaha di bawah bendera Sinar Mas.
Yayasan ini berfokus pada bidang pendidikan dengan menyalurkan beasiswa serta perbaikan infrastruktur sekolah serta pemberdayaan ekonomi. Setelah sang pendiri meninggal dunia pada 26 Januari 2019 lalu, Eka Tjipta Foundation kini dikelola oleh keluarga Widjaja yang meneruskan warisan dan mimpi Eka Tjipta Widjaja.
6. CT Arsa Foundation (Chairul Tanjung)
Pemilik grup bisnis CT Corp, yakni Chairul Tanjung, beserta istrinya, Anita Ratnasari, mulai mendirikan CT ARSA Foundation sejak tahun 2005. Yayasan ini bermula dari pendirian Rumah Anak Madani di Deli Serdang, Sumatera Utara sebagai tempat belajar anak-anak korban tsunami Aceh.
Selain pendidikan, yayasan yang sempat bernama CT Foundation ini berfokus pada tiga pilar lainnya, yakni kesehatan, bencana, dan pemberdayaan. Sementara itu, Ketua CT ARSA Foundation ialah Anita Ratnasari Tanjung.
7. Yayasan Hadji Kalla (Jusuf Kalla)
Yayasan ini berdiri sejak tahun 1981 dengan nama awal Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Islam Hadji Kalla. Di kemudian hari, nama yayasan ini disingkat menjadi Yayasan Hadji Kalla.
Yayasan Hadji Kalla didirikan oleh Muhammad Jusuf Kalla, generasi kedua sekaligus sosok yang mengembangkan grup bisnis Kalla Group. Program yang dijalankan yayasan ini dikelompokkan ke dalam empat bidang, yakni keislaman, pendidikan, pengembangan sosial, serta kemanusiaan. Beberapa kegiatan yang dilakukan ialah bantuan zakat di momen spesial seperti idulfitri, beasiswa pendidikan, serta program Desa Bangkit Sejahtera.
8. Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (James Riady)
Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) didirikan oleh James Riady, generasi kedua serta pemimpin Lippo Group saat ini, bersama mendiang Johannes Oentoro. Berbeda dengan yayasan lainnya yang lebih fokus pada sektor kemanusiaan, yayasan ini berfokus pada bidang pendidikan yang menerapkan nilai-nilai Kristiani.
YPPH mengelola puluhan sekolah dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. Institusi pendidikan yang dikelola oleh YPPH mencakup Sekolah Pelita Harapan (SPH), Sekolah Dian Harapan (SDH), Sekolah Lentera Harapan (SLH), UPH College, serta Universitas Pelita Harapan (UPH).