Sekilas, 'Think and Grow Rich' mungkin terdengar seperti buku pengembangan diri lama yang berdebu di rak rumah kakek Anda.

Wajar saja, karya Napoleon Hill ini pertama kali terbit pada 1937, hampir satu abad lalu. Namun, begitu halaman demi halaman mulai dibaca, kesan 'usang' itu segera runtuh.

Buku ini ternyata bukan semata tentang mengejar uang, setidaknya bukan dalam arti harfiah. Inti terdalamnya adalah tentang cara manusia berpikir.

Hill berusaha menjawab pertanyaan klasik, seperti mengapa sebagian orang terus maju sementara yang lain tetap stagnan? Mengapa ada pribadi yang mampu bangkit kembali setelah kegagalan, sedangkan yang lain diam-diam menyerah?

Ia menulis buku ini setelah bertahun-tahun mewawancarai tokoh-tokoh paling sukses di zamannya. Dari sana Hill menemukan pola sederhana, yaitu kesuksesan bukanlah peristiwa acak.

Menurutnya, ada kebiasaan, ada cara berpikir, dan ada prinsip yang selalu muncul berulang kali. Prinsip-prinsip itulah yang kemudian ia rangkum menjadi 13 fondasi utama.

Dan, mengutip Times of India, Rabu (7/1/2026), berikut 13 prinsip kekayaan dan kesuksesan dari buku klasik Napoleon Hill, 'Think and Grow Rich'.

1. Keinginan

Segalanya bermula dari keinginan. Bukan angan santai seperti 'akan menyenangkan jika…', melainkan keinginan yang dalam dan keras kepala.

Keinginan yang terus mengikuti bahkan ketika keadaan menjadi tidak nyaman.

Hill percaya, orang sukses mengenal dengan sangat jelas apa yang mereka inginkan, dan mereka menginginkannya cukup kuat untuk menjaga fokus di tengah gangguan.

2. Keyakinan

Keinginan membutuhkan keyakinan agar tetap hidup. Tanpa rasa percaya bahwa sesuatu mungkin terjadi bagi diri kita, langkah pertama pun tak akan pernah diambil.

Hill menggambarkan keyakinan sebagai kepercayaan diri yang dipupuk setiap hari, seperti kebiasaan mengingatkan diri sendiri bahwa 'saya mampu', meski keraguan kerap datang tanpa diundang.

3. Autosugesti

Prinsip ini pada dasarnya adalah seni berbicara kepada diri sendiri. Apa pun yang diulang terus-menerus akan meresap ke pikiran, baik disadari ataupun tidak.

Jika seseorang meyakinkan dirinya akan gagal, pikirannya akan menurut. Sebaliknya, ketika tujuan dan rasa percaya diri terus diperkuat, tindakan perlahan mulai selaras dengan keyakinan itu.

4. Pengetahuan Khusus

Kita tidak perlu mengetahui segalanya untuk berhasil. Yang dibutuhkan hanyalah pengetahuan yang relevan dengan tujuan.

Hill menekankan pentingnya mempelajari keterampilan yang berguna dan cukup rendah hati untuk meminta bantuan saat menemui batas kemampuan.

Kecerdasan sejati bukan pada merasa paling tahu, tetapi tahu kepada siapa harus bertanya.

5. Imajinasi

Setiap bisnis, penemuan, dan ide besar selalu dimulai di kepala seseorang. Imajinasi bukan sekadar melamun, melainkan kemampuan melihat kemungkinan dan menemukan solusi baru.

Hill memandangnya sebagai laboratorium mental tempat seseorang merancang masa depan sebelum diwujudkan lewat kerja nyata.

Baca Juga: 5 Pelajaran tentang Cara Menghasilkan Uang dari Penulis Buku 'Rich Dad Poor Dad'