2. Kolesterol
Kolesterol sering dibicarakan seolah-olah ia adalah musuh utama kesehatan. Padahal, kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh.
Masalah muncul ketika kolesterol 'jahat' terlalu banyak beredar di dalam darah, menempel pada dinding arteri, dan membuat pembuluh darah menyempit dari waktu ke waktu.
Kolesterol LDL (low-density lipoprotein) adalah jenis yang paling sering dikaitkan dengan penumpukan plak dan risiko serangan jantung serta stroke.
Sebaliknya, HDL dikenal sebagai kolesterol 'baik' karena membantu membawa kolesterol menjauh dari arteri.
Trigliserida, jenis lemak lain dalam darahjuga memainkan peran penting dan sering kali luput dari perhatian.
Semua ini diukur melalui tes darah yang disebut panel lipid. Untuk LDL, prinsip umumnya adalah semakin rendah, semakin baik, terutama jika Anda memiliki diabetes atau riwayat penyakit jantung. Banyak orang menargetkan LDL di bawah 100 mg/dL, dan pada kelompok berisiko tinggi, targetnya bahkan bisa di bawah 70 mg/dL.
Namun, konteks tetap krusial. Jika Anda tidak memiliki faktor risiko lain, LDL hingga sekitar 130 mg/dL masih bisa dianggap aman.
Pada banyak orang, perubahan gaya hidup seperti pola makan, aktivitas fisik, dan berat badan, sudah cukup untuk memperbaiki angka ini. Jika belum, dokter mungkin merekomendasikan obat penurun kolesterol seperti statin.
Trigliserida juga tak kalah penting. Kadar yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, bahkan ketika LDL tidak terlalu buruk. Mengurangi konsumsi karbohidrat sederhana, membatasi alkohol, dan menurunkan berat badan sering kali memberikan dampak signifikan.
3. Gula Darah
Banyak orang mengira gula darah hanya relevan bagi penderita diabetes. Kenyataannya, kadar gula darah yang tinggi juga berpengaruh besar terhadap kesehatan jantung, bahkan sebelum seseorang didiagnosis diabetes.
Untuk melihat gambaran rata-rata gula darah dalam beberapa bulan terakhir, dokter menggunakan tes HbA1c. Tes ini tidak memerlukan puasa dan mencerminkan rata-rata kadar gula darah selama sekitar tiga bulan terakhir.
Secara umum, A1c di bawah 5,7% dianggap normal. Kisaran 5,7% hingga 6,4% disebut pradiabetes, sementara 6,5% ke atas biasanya menandakan diabetes.
Yang sering luput disadari, bahkan pada tahap pradiabetes, lonjakan gula darah yang berulang dapat merusak pembuluh darah secara perlahan dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke.
Karena itulah, jika A1c Anda mulai naik, dokter sering kali akan lebih ketat dalam menetapkan target tekanan darah dan kolesterol Anda.
Langkah Selanjutnya
Nah Growthmates, langkah pertama selalu dimulai dari berbicara dengan dokter. Periksakan ketiga angka ini jika sudah lama tidak melakukannya.
Saat hasilnya keluar, jangan hanya melihat sekilas lalu melupakannya. Tanyakan apa artinya bagi kondisi Anda secara keseluruhan, karena angka ideal setiap orang bisa berbeda.
Jika ada satu atau lebih angka yang belum sesuai harapan, tidak perlu merasa harus memperbaikinya dalam semalam. Perubahan kecil yang konsisten jauh lebih berpengaruh daripada upaya drastis yang sulit dipertahankan.
Lebih banyak bergerak, pilihan makanan yang sedikit lebih sehat setiap minggu, tidur yang lebih berkualitas, semua itu perlahan menggeser angka-angka tersebut ke arah yang lebih baik.
Semoga informasinya bermanfaat, ya!
Baca Juga: Gak Sempat Olahraga? 6 Latihan Sederhana di Kantor Ini Terbukti Menyehatkan Jantung dan Gula Darah