Upaya memperkenalkan kuliner Nusantara ke panggung yang lebih luas kini tidak lagi sebatas pelestarian resep tradisional. Melalui pendekatan interpretatif dan modern, masakan daerah diolah ulang agar tetap relevan dengan selera global. Gagasan tersebut menjadi benang merah program Wyndham Culinary Journey yang dihadirkan jaringan hotel Wyndham Hotels & Resorts di Indonesia.

Program ini diperkenalkan dalam acara Culinary Journey yang digelar di Wyndham Casablanca Jakarta, Rabu (7/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, lima chef dari lima properti Wyndham Indonesia menghadirkan 10 menu Nusantara pilihan yang terinspirasi dari tradisi kuliner Jakarta, Palembang, Surabaya, dan Bali. Menu-menu tersebut selanjutnya akan tersedia di seluruh hotel Wyndham yang berpartisipasi.

Baca Juga: Deretan Public Figure Tanah Air yang Gemar Kuliner

Area General Manager Indonesia Wyndham, Indra Budiman, mengatakan Culinary Journey dirancang sebagai medium untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada audiens yang lebih luas melalui jaringan hotel internasional.

“Travel + Leisure Co. sebagai induk Wyndham memiliki jaringan properti yang sangat luas, terutama di kawasan Asia Pasifik. Karena itu, menjadi cita-cita kami untuk mengedepankan dan memperkenalkan menu-menu terbaik Indonesia kepada dunia,” ujar Indra dalam sambutannya.

Ia menambahkan, sepuluh menu yang ditampilkan merupakan hasil kurasi dari hidangan unggulan masing-masing properti Wyndham. Menu tersebut akan dihadirkan di berbagai kota agar tamu dapat menikmati ragam cita rasa Nusantara lintas daerah dalam satu jaringan hotel.

Baca Juga: Hadir di SIAL Interfood 2025, Dairy Champ Dorong Inovasi dan Pertumbuhan UMKM Kuliner

Dari Jakarta, Wyndham Casablanca Jakarta menghadirkan buntut bakar Maranggi yang dipanggang perlahan hingga empuk, disajikan dengan kuah kaldu gurih. Selain itu, terdapat sari laut bakar dabu-dabu yang memadukan ikan, udang, dan cumi bakar dengan sambal segar bercita rasa pedas manis.

Pendekatan modern juga terlihat pada menu dari Bali yang dihadirkan Wyndham Tamansari Jivva Resort Bali. Chef Gusti Nyoman Setiawan menjelaskan, sup miso moringa dirancang dengan menonjolkan manfaat bahan lokal.

“Konsep sup ini mengedepankan khasiat bahan. Daun kelor kami angkat sebagai superfood lokal yang selama ini kurang populer, lalu dipadukan dengan miso dan seafood,” ujarnya.

Baca Juga: JFOODO Perkenalkan Kuliner Jepang Bersertifikat Halal Lewat 'Authentic Cultural Dining'

Masih dari Bali, bebek goreng Jivva diolah dengan pendekatan lintas daerah. Bebek dimasak menggunakan teknik Jawa Timuran dengan bumbu kuning, kemudian dipadukan dengan sambal mentah khas Bali serta urap sayuran sebagai pelengkap.

Sementara itu, dari Palembang, Wyndham Opi Hotel Palembang menghadirkan nasi minyak iga bakar dan laksan, dua hidangan yang lekat dengan tradisi kuliner Sumatera Selatan. Chef Wasito menjelaskan, nasi minyak diolah menggunakan minyak samin dan rempah khas, sedangkan laksan dibuat dari ikan tenggiri dan sagu yang disajikan dengan kuah santan pedas.

“Nasi minyak dan laksan biasanya selalu hadir dalam acara-acara besar masyarakat Palembang, seperti hajatan dan perayaan keluarga,” kata Wasito.

Adapun dari Surabaya, Wyndham Surabaya City Centre menampilkan rawon misoa yang memadukan kuah keluak pekat dengan misoa, serta tahu campur yang disajikan hangat dengan kuah gurih khas Jawa Timur.

Menurut Indra Budiman, melalui Culinary Journey, Wyndham ingin menghadirkan pengalaman bersantap yang tidak hanya menonjolkan rasa, tetapi juga cerita dan kedekatan emosional.

“Makanan memiliki kekuatan untuk menghubungkan orang dan budaya. Kami berharap setiap hidangan dapat menghadirkan rasa akrab dan hangat, seperti di rumah,” ujarnya.

Seluruh menu dalam program Wyndham Culinary Journey ini direncanakan tersedia di jaringan hotel Wyndham sepanjang 2026, sehingga tamu dapat menikmati ragam kuliner Nusantara dengan sentuhan modern di berbagai kota di Indonesia.