Emas batangan masih menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat Indonesia. Stabilitas nilai, daya lindung terhadap inflasi, serta kemudahan pencairan membuat logam mulia tetap diminati di tengah dinamika ekonomi. Di pasar domestik, tiga merek emas batangan paling dikenal adalah Antam, UBS, dan Galeri 24.
Meski sama-sama memiliki tingkat kemurnian 99,99 persen atau setara 24 karat, ketiganya memiliki karakteristik berbeda yang memengaruhi harga, likuiditas, hingga segmen konsumennya.
Produsen dan Latar Belakang Merek
Emas Antam diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam), perusahaan tambang milik negara yang telah lama berkiprah di industri logam mulia. Reputasi Antam yang kuat, didukung jaringan distribusi luas di dalam dan luar negeri, menjadikan emas ini sebagai salah satu produk paling dipercaya di pasar.
Baca Juga: Begini Penjelasan Antam Soal Kabar 109 Ton Emas Palsu
Sementara itu, emas UBS diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera, perusahaan swasta nasional yang berdiri sejak 1981. UBS dikenal luas di pasar ritel emas dan memiliki basis konsumen yang kuat, terutama melalui jaringan toko emas tradisional di berbagai daerah.
Adapun Galeri 24 merupakan merek emas batangan yang dikelola oleh PT Pegadaian. Produk ini hadir sebagai bagian dari pengembangan layanan Pegadaian dalam menyediakan instrumen investasi emas yang lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.
Sertifikasi dan Standar Kualitas
Perbedaan paling menonjol di antara ketiganya terletak pada sertifikasi. Emas Antam telah mengantongi sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA), yang membuatnya diakui di pasar internasional dan relatif lebih mudah diperdagangkan lintas negara.
Di sisi lain, emas UBS dan Galeri 24 belum memiliki sertifikasi LBMA. Galeri 24 telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), sedangkan UBS menggunakan sertifikasi internal produsen yang telah diakui secara luas di pasar domestik. Meski berbeda sertifikasi, ketiganya tetap memiliki kadar kemurnian yang sama, yakni 24 karat.
Baca Juga: Produk Emas Hartadinata Abadi Raih Akreditasi KAN
Harga dan Selisih Nilai Jual
Dari sisi harga, emas Antam umumnya dibanderol lebih tinggi dibandingkan UBS dan Galeri 24. Berdasarkan data harga emas per Juni 2025, emas Antam tercatat sebagai produk dengan harga jual tertinggi per gram, disusul UBS, lalu Galeri 24 sebagai opsi yang relatif lebih terjangkau.
Perbedaan harga tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari sertifikasi internasional, biaya produksi, hingga kekuatan merek. Kendati demikian, pergerakan harga ketiganya tetap mengikuti tren harga emas dunia, sehingga fluktuasi global turut memengaruhi nilai jual di pasar domestik.
Likuiditas dan Sistem Buyback
Dari aspek likuiditas, emas Antam dikenal memiliki tingkat penerimaan yang sangat luas. Produk ini diterima di banyak butik emas, lembaga keuangan, hingga perbankan untuk transaksi jual kembali, seiring pengakuan internasional yang melekat padanya.
Baca Juga: Negara-negara dengan Tambang Emas Terbesar di Dunia
UBS dan Galeri 24 juga memiliki sistem buyback yang aktif. UBS umumnya diterima di toko-toko emas ritel, sementara Galeri 24 memiliki keunggulan karena terintegrasi langsung dengan jaringan Pegadaian.
Melalui sistem ini, pemilik emas Galeri 24 dapat melakukan jual kembali di banyak cabang dengan harga yang menyesuaikan pasar harian.
Distribusi dan Akses Pembelian
Dari sisi distribusi, emas Antam tersedia melalui butik resmi, distributor terpercaya, serta platform penjualan daring milik perusahaan. UBS memasarkan produknya lewat toko emas, gerai resmi, dan berbagai marketplace digital.
Galeri 24 memanfaatkan jaringan Pegadaian yang tersebar luas di seluruh Indonesia. Selain pembelian emas fisik, Pegadaian juga menawarkan layanan tabungan emas, yang memungkinkan masyarakat membeli emas secara bertahap sebelum dicetak menjadi batangan fisik.
Segmentasi Pasar Emas Batangan
Keberadaan Antam, UBS, dan Galeri 24 mencerminkan segmentasi pasar emas batangan yang beragam di Indonesia. Antam menempati posisi sebagai emas dengan pengakuan internasional dan likuiditas tinggi.
UBS dikenal sebagai emas ritel dengan variasi ukuran yang luas dan akses mudah. Sementara Galeri 24 hadir sebagai alternatif investasi emas yang terintegrasi dengan layanan keuangan Pegadaian.
Baca Juga: 5 Rahasia Investasi Emas Digital
Perbedaan karakter tersebut membuat masing-masing merek memiliki pangsa pasar tersendiri, meski sama-sama berbasis emas murni 24 karat dan ditujukan sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang.