Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan sisa kas negara pada akhir 2025 ini. Dia mengatakan besaran sisa kas kali ini mencapai Rp399 triliun yang kini tersimpan di Bank Indonesia (BI). Sisa dana tersebut bakal dipakai untuk belanja di Januari 2026 ini.
Baca Juga: Kinerja Purbaya Dijempoli Ekonom
“Akhir tahun ini uang saya 390 triliun di luar sana, sebagian di Bank Sentral karena siap-siap untuk pengeluaran Januari (2026),” kata Purbaya dilansir Sabtu (6/12/2025).
Purbaya juga membuka opsi bakal menyebar dana tersebut ke bank-bank himbara sebagaimana yang ia lakukan beberapa waktu lalu. Dimana dia menyuntik dana sebesar Rp200 triliun ke bank himbara untuk diputar kembali dana tersebut.
Kendati demikian, saat ini kondisi perbankan dinilai masih memiliki likuiditas yang ample karena adanya sinkronisasi kebijakan pemerintah dan BI.
“Dengan sinkronisasi kebijakan dengan Bank Sentral perbangunan sekarang cukup likuiditasnya. Saya nggak usah harus mikirin lagi, mindahin lagi, lebih besar,” tuturnya.
Namun, Purbaya mengaku telah menarik kembali dana penempatan tambahan sebesar Rp75 triliun dari total Rp276 triliun dana yang sebelumnya ditempatkan di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan satu Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Purbaya menjelaskan, penarikan dana tersebut dilakukan untuk mendorong belanja pemerintah agar terjadi perputaran uang yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Ekonom Soroti Dampak Positif Kebijakan Menkeu Purbaya bagi Dunia Usaha
“Yang 75 kita tarik tapi kita belanjakan lagi, jadi masuk ke sistem, tapi gak langsung dalam bentuk uang saya di bank, tapi uangnya masuk ke sistem lagi,” terangnya