Bagi masyarakat yang sedang menjaga berat badan, ia menyarankan metode pengolahan yang minim atau tanpa minyak, seperti merebus, membuat poached egg, maupun mengukus telur. Namun, bukan berarti telur ceplok dan telur dadar harus dihindari.
Keduanya tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat selama penggunaan minyak diperhatikan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan wajan antilengket atau minyak semprot sehingga jumlah minyak yang digunakan dapat ditekan.
Dr. Karina juga meluruskan anggapan bahwa kuning telur sebaiknya dihindari karena mengandung kolesterol. Menurutnya, kuning telur justru merupakan sumber berbagai vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan berbagai penelitian terbaru, konsumsi telur tidak terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung.
Peningkatan kadar kolesterol darah lebih banyak dipengaruhi oleh pola konsumsi pangan tinggi lemak jenuh dan lemak trans, termasuk ketika makanan tersebut dikonsumsi bersamaan dengan sumber kolesterol.
Karena itu, masyarakat tidak perlu ragu menjadikan telur sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah konsumsi, bahan tambahan, serta metode pengolahan yang digunakan agar manfaat gizi telur tetap optimal.
Baca Juga: 5 Resep Masker Rambut Berbahan Telur untuk Rambut Selembut Sutra Tanpa Bau Amis