Growthmates, banyak orang lebih menyukai buah yang sudah matang karena teksturnya lebih lembut dan rasanya lebih manis.
Namun, di balik rasa manis tersebut, muncul pertanyaan: apakah buah yang semakin matang memang memiliki kandungan gula lebih tinggi dibandingkan buah yang masih mengkal?
Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Prof. Antonius Suwanto, menjelaskan bahwa tingkat kematangan buah memang berkaitan dengan perubahan komposisi karbohidrat di dalamnya.
Pada buah yang masih mengkal, karbohidrat lebih banyak berada dalam bentuk pati kompleks, termasuk pati resisten, yang dicerna lebih lambat oleh tubuh.
“Selama proses pematangan, pati kompleks di dalam buah akan berubah menjadi gula sederhana, seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Makanya, makin matang buahnya, makin tinggi juga kandungan gulanya dan rasanya jadi semakin manis,” tuturnya, sebagaimana dikutip Olenka dari laman IPB University, Kamis (17/9/2026).
Perubahan tersebut membuat rasa buah semakin manis seiring dengan proses pematangan. Meski demikian, bukan berarti buah matang kehilangan manfaatnya bagi tubuh. Buah tetap menjadi sumber berbagai vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh.
Pada beberapa jenis buah, tingkat kematangan tertentu bahkan menjadi pilihan tersendiri bagi masyarakat.
Prof. Antonius mencontohkan durian yang bagian kulitnya masih keras, tetapi daging buahnya sudah lembut. Kondisi tersebut membuat kandungan gulanya relatif lebih rendah dibandingkan durian yang benar-benar matang.
Baca Juga: 2 Kombinasi Buah Ini Jadi Rahasia Alami Jaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah