Growthmates, tidur delapan jam semalam seharusnya membuat tubuh lebih segar keesokan harinya. Namun, bagaimana jika alarm berbunyi dan bangun dari tempat tidur justru terasa seperti perjuangan? Belum beberapa jam beraktivitas, rasa kantuk kembali menyerang, konsentrasi menurun, dan secangkir kopi menjadi andalan untuk menjaga mata tetap terbuka.
Jika situasi ini kerap terjadi, bisa jadi masalahnya bukan sekadar kurang tidur. Para dokter dan ahli gizi mengungkapkan, rasa lelah yang terus muncul meski sudah tidur cukup dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kekurangan nutrisi, kurang minum, pola makan yang tidak seimbang, hingga kondisi kesehatan tertentu.
“Tidur delapan jam sering dianggap sebagai solusi utama untuk mengatasi kelelahan. Namun, jika Anda bangun dengan rasa sangat lelah, sulit berkonsentrasi, dan bergantung pada kafein hanya untuk menjalani hari, tidur mungkin bukan satu-satunya faktor yang kurang. Kelelahan yang terus-menerus terkadang bisa mencerminkan kekurangan nutrisi, kualitas pola makan yang buruk, dehidrasi, dan masalah kesehatan metabolik,” tutur Dr. Shabana Parveen, Kepala Bagian Dietetik di Artemis Hospitals.
Lantas, apa saja yang sebenarnya bisa membuat tubuh tetap lelah meski sudah tidur delapan jam? Dikutip dari Times of India, Kamis (17/9/2026), berikut sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.
1. Kekurangan nutrisi dapat menguras energi
Tidur bukan satu-satunya kebutuhan tubuh untuk menghasilkan energi. Tubuh juga membutuhkan berbagai zat gizi untuk menjalankan fungsi penting, termasuk mengangkut oksigen, menjaga fungsi otak dan otot, serta mendukung metabolisme energi.
“Tubuh Anda membutuhkan lebih dari sekadar kalori untuk menghasilkan energi. Zat besi, vitamin B12, folat, vitamin D, dan mikronutrien lainnya berperan dalam transportasi oksigen, fungsi otak, fungsi otot, dan metabolisme energi yang normal,” jelas Parveen.
Ketika kebutuhan nutrisi tersebut tidak terpenuhi, seseorang dapat tetap merasa lelah meski sudah tidur nyenyak pada malam sebelumnya.
Parveen merujuk pada analisis Ekincare terhadap lebih dari 300.000 tes kesehatan yang menemukan sekitar 36,9 persen profesional yang bekerja mengalami kekurangan vitamin.
“Itulah sebabnya kelelahan yang penyebabnya tidak jelas sebaiknya tidak serta-merta dikaitkan dengan stres atau kurang tidur,” tambahnya.
2. Pola makan tidak teratur bisa membuat energi naik turun
Selain kekurangan vitamin atau mineral tertentu, kebiasaan makan sehari-hari juga dapat berpengaruh terhadap energi. Melewatkan waktu makan, kurang mengonsumsi protein, dan terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat olahan dapat membuat energi lebih mudah menurun.
Anshul Singh, Ketua Tim Departemen Gizi Klinis & Dietetik di Artemis Hospitals, mengatakan tidur selama delapan jam tidak otomatis membuat tubuh terasa segar sepanjang hari.
“Tidur selama 8 jam tidak selalu berarti Anda akan bangun dengan tubuh yang segar. Tingkat energi yang Anda rasakan sepanjang hari bisa sangat dipengaruhi oleh kualitas tidur, asupan nutrisi, hidrasi, tingkat stres, dan kebiasaan sehari-hari,” ujar Singh.
Artinya, durasi tidur perlu dilihat bersama dengan kebiasaan lain yang dijalani sepanjang hari.
Baca Juga: Kenapa Setelah Usia 30 Tubuh Gampang Lelah dan Ngantuk? Ini Penjelasan Dokter Ahli