Banyak orang mengira kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi adalah kondisi yang sama. Padahal, keduanya merupakan gangguan kesehatan yang berbeda, meski sama-sama dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Yang lebih mengkhawatirkan, kedua kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga kerap disebut sebagai silent killer. Akibatnya, banyak orang baru menyadari mengalaminya setelah muncul komplikasi serius.
Dikutip dari Times of India, Rabu (8/7/2026), dokter spesialis jantung menjelaskan bahwa memahami perbedaan kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi sangat penting agar diagnosis maupun penanganannya tidak keliru.
Kolesterol Tinggi dan Hipertensi Bukan Kondisi yang Sama
Menurut Dr. P Ashok Kumar, Konsultan Senior Kardiologi Intervensional di KIMS Hospital Mahadevapura, Bengaluru, kolesterol tinggi dan hipertensi memang sering ditemukan pada pasien yang sama. Namun, keduanya merupakan penyakit yang berbeda.
"Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi merupakan dua faktor risiko terbesar penyakit jantung dan stroke. Meski memiliki beberapa faktor penyebab yang sama, keduanya memengaruhi tubuh dengan cara berbeda, begitu pula cara diagnosis dan pengobatannya," jelasnya.
Secara sederhana, tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah kondisi ketika tekanan aliran darah terhadap dinding arteri terus berada di atas batas normal.
Sementara itu, kolesterol tinggi terjadi ketika kadar kolesterol jahat atau Low-Density Lipoprotein (LDL) meningkat di dalam darah. LDL kemudian menempel pada dinding pembuluh darah dan membentuk plak yang dapat menyumbat arteri.
Cara Keduanya Merusak Jantung Berbeda
Kolesterol tinggi dan hipertensi sama-sama dapat menyebabkan penyakit jantung, tetapi melalui mekanisme yang berbeda.
Pada kolesterol tinggi, penumpukan plak di pembuluh darah membuat arteri semakin sempit sehingga aliran darah menuju jantung maupun otak terganggu. Jika penyumbatan semakin parah, risiko serangan jantung, stroke, hingga penyakit arteri perifer meningkat.
Sebaliknya, tekanan darah tinggi tidak menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah. Namun, tekanan darah yang terus tinggi membuat dinding arteri bekerja lebih keras.
Dalam jangka panjang, kondisi ini merusak pembuluh darah, membuat jantung bekerja lebih berat, dan akhirnya meningkatkan risiko gagal jantung, serangan jantung, maupun stroke.
Baca Juga: Mengapa Cek Kolesterol Rutin Penting? Ini Penjelasan yang Perlu Anda Ketahui