Penyebabnya Tidak Selalu Sama
Meski sering muncul bersamaan, penyebab kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi tidak selalu sama. Kolesterol tinggi umumnya dipengaruhi oleh faktor keturunan, pola makan yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans, kebiasaan merokok, serta kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes dan gangguan tiroid.
Sementara itu, tekanan darah tinggi lebih sering berkaitan dengan konsumsi garam berlebihan, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, stres berkepanjangan, pertambahan usia, dan gangguan fungsi ginjal.
Meski demikian, pada sebagian orang, hipertensi dapat terjadi tanpa penyebab yang jelas.
Cara Pemeriksaannya Berbeda
Perbedaan lainnya terletak pada cara mendeteksinya. Tekanan darah tinggi dapat diketahui melalui pemeriksaan menggunakan alat pengukur tekanan darah atau tensimeter. Pemeriksaan ini cepat, tidak menimbulkan rasa sakit, bahkan bisa dilakukan di rumah atau apotek.
Sementara itu, kolesterol tinggi hanya dapat diketahui melalui tes darah, biasanya dengan pemeriksaan profil lipid untuk mengukur kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida.
Jika Terjadi Bersamaan, Risikonya Jauh Lebih Besar
Para ahli menegaskan bahwa kombinasi kolesterol tinggi dan hipertensi jauh lebih berbahaya dibandingkan jika hanya mengalami salah satunya.
Ketika plak akibat kolesterol menyempitkan pembuluh darah dan tekanan darah tetap tinggi, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Kondisi ini mempercepat kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, serangan jantung, hingga stroke.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah tetap normal sepanjang hidup dapat secara signifikan menurunkan risiko penyakit jantung dan gangguan sirkulasi darah.
Karena itu, jangan menunggu muncul gejala untuk memeriksakan kesehatan. Kolesterol tinggi maupun tekanan darah tinggi sering kali tidak menimbulkan tanda apa pun. Melakukan pemeriksaan tekanan darah dan tes kolesterol secara rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi keduanya sejak dini sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius.
Baca Juga: Fakta Bawang Putih untuk Menurunkan Kolesterol Menurut Dokter