3. Sisa Produk Rambut Menumpuk

Sisir dapat menjadi tempat menempelnya berbagai kotoran, mulai dari sebum atau minyak alami rambut, serpihan kulit mati, debu, hairspray, hingga sisa dry shampoo.

Sedikit penumpukan merupakan hal yang wajar, tetapi sisir tetap perlu dibersihkan secara rutin. Rambut yang tersangkut juga sebaiknya segera disingkirkan agar tidak menjadi tempat berkumpulnya kotoran.

Jika residu sudah menumpuk dan sulit dihilangkan meskipun sisir telah dibersihkan, kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa sudah waktunya membeli sisir baru.

4. Sisir Tidak Lagi Bisa Dibersihkan dengan Baik

Membersihkan sisir secara rutin merupakan bagian penting dari perawatannya. Rambut yang tersangkut dapat dicabut terlebih dahulu, kemudian sisir dapat dicuci menggunakan air hangat dengan sabun lembut atau sampo, tergantung jenis dan bahannya.

Namun, tidak semua sisir aman untuk direndam. Beberapa jenis membutuhkan cara pembersihan yang berbeda agar materialnya tidak rusak.

Jika sisir memiliki kotoran yang mengeras, mengeluarkan bau tidak sedap, menunjukkan tanda-tanda jamur, atau mulai rusak ketika dibersihkan, sebaiknya jangan dipaksakan untuk terus digunakan.

5. Bantalan Sisir Mulai Retak atau Mengelupas

Bagi pemilik sisir dengan bantalan empuk atau berisi udara, jangan hanya memeriksa bagian bulunya. Perhatikan pula kondisi bantalan dan alas sisir.

Retakan, lapisan yang mengelupas, atau bantalan yang rusak dapat mengganggu pergerakan sisir saat digunakan. Kerusakan tersebut juga dapat membuat sisir lebih sulit dibersihkan secara menyeluruh.

Jika kerusakan sudah terlihat jelas, tidak perlu menunggu sampai bantalan benar-benar hancur. Saatnya mengganti sisir dengan yang baru.

Jadi, Seberapa Sering Sisir Harus Diganti?

Nah Growthmates, sebenarnya tidak ada ketentuan universal yang mengharuskan sisir diganti setiap enam bulan atau satu tahun. Sisir berkualitas baik yang dibersihkan secara rutin dan digunakan dengan hati-hati dapat bertahan lebih lama.

Sebaliknya, sisir dengan material yang lebih mudah rusak mungkin perlu diganti lebih cepat. Karena itu, daripada terpaku pada usia pemakaian, perhatikan kondisi sisir dan bagaimana pengaruhnya terhadap rambut.

Sebuah studi tahun 2026 yang diterbitkan dalam Journal of the Mechanical Behaviour of Biomedical Materials membahas kaitan pemilihan sisir dan proses menyisir dengan risiko keretakan serta kerusakan pada serat rambut.

Jadi, jika sisir sudah rusak, sering menarik rambut, sulit dibersihkan, atau bantalan mulai retak, tidak perlu menunggu sampai benar-benar hancur. Menggantinya dengan sisir yang masih dalam kondisi baik dapat menjadi bagian sederhana dari rutinitas merawat rambut.

Baca Juga: Rambut Beruban Tanda Tubuh Melawan Kanker? Pakar IPB Jelaskan Faktanya