Nebulizer atau terapi uap kerap dianggap sebagai salah satu cara untuk membantu meredakan keluhan pernapasan pada anak.
Namun, terapi ini tidak selalu dibutuhkan, terutama ketika anak hanya mengalami common cold atau batuk pilek biasa.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi & Penyakit Metabolik, Dr. dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp.A(K), menjelaskan bahwa nebulizer pada dasarnya digunakan untuk membantu memasukkan obat melalui saluran pernapasan pada kondisi medis tertentu.
“Nebul atau terapi uap biasa digunakan untuk memasukkan obat pada pasien asma, pneumonia, bronchiolitis, dan lain sebagainya,” ungkap dr. Meta, sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram pribadinya @metahanindita, Jumat (18/9/2026).
Karena itu, lanjut dr. Meta, penggunaan nebulizer sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan hanya karena anak mengalami batuk atau pilek.
Baca Juga: Abu Anak Krakatau Mulai Menyebar, Orang Tua Wajib Waspadai Gejala Ini pada Anak
Menurut dr. Meta, pada kasus common cold, terapi tersebut tidak terbukti memberikan manfaat yang signifikan.
“Pada selasma atau common cold, nebulizer untuk anak sebetulnya tidak diperlukan dan terbukti tidak memberikan efek signifikan,” katanya.
Dengan demikian, orang tua perlu memahami bahwa tidak semua keluhan batuk dan pilek pada anak membutuhkan nebulizer.
Pasalnya, terapi ini memiliki penggunaan tertentu, terutama ketika diperlukan pemberian obat melalui saluran pernapasan sesuai kondisi medis anak.
Pada common cold yang tidak disertai kondisi lain yang membutuhkan terapi inhalasi, pemberian nebulizer bukan berarti akan membuat proses penyembuhan menjadi lebih cepat. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak menjadikan terapi uap sebagai pengobatan rutin setiap kali anak mengalami batuk pilek.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Membentuk Mental Tangguh Anak