Growthmates, kita mungkin rutin mengganti sampo, kondisioner, hingga masker rambut. Namun, ada satu benda yang sering luput dari perhatian, yaitu sisir rambut.
Sisir andalan biasanya digunakan berulang kali, mulai dari setelah keramas hingga sebelum bepergian. Dalam prosesnya, sisir dapat mengumpulkan minyak alami rambut, serpihan kulit mati, sisa produk penataan rambut, debu, hingga helai rambut yang rontok.
Tidak ada aturan pasti mengenai berapa bulan atau tahun sekali sisir harus diganti. Masa pakainya bergantung pada jenis, bahan, kualitas, frekuensi penggunaan, serta cara merawatnya.
Namun, kondisi fisik sisir dapat menjadi petunjuk yang lebih penting. Dan, dikutip dari Times of India, Jumat (18/9/2026), berikut 5 tanda yang menunjukkan sudah waktunya Anda mengganti sisir rambut.
1. Bulu Sisir Bengkok atau Patah
Coba perhatikan kondisi bulu atau gigi sisir. Jika banyak yang sudah bengkok, patah, atau tidak lagi berada pada posisi semestinya, kemampuan sisir untuk mengurai rambut dapat berkurang.
Bulu yang rusak juga lebih mudah tersangkut pada rambut sehingga Anda perlu menarik sisir dengan lebih kuat. Jika sisir tidak lagi dapat meluncur dengan lancar dan Anda harus berulang kali menyisir bagian rambut yang sama, mungkin sudah waktunya mencari pengganti.
2. Sisir Mulai Menarik Rambut
Sisir yang masih layak digunakan seharusnya dapat membantu mengurai rambut kusut tanpa membuat rambut tertarik secara berlebihan.
Jika sisir semakin sering tersangkut atau menarik rambut, periksa kondisi bulu dan celah di antaranya. Bulu yang tidak rata dapat membuat rambut lebih mudah tersangkut, terutama ketika rambut sedang kusut atau Anda menyisir dengan terburu-buru.
Jadi, ketika sesi menyisir mulai terasa seperti tarik-menarik dengan rambut sendiri, jangan buru-buru menyalahkan rambut. Bisa jadi sisirnya yang sudah bermasalah.
Baca Juga: Rambut Bebas Rontok dan Patah! Ini 8 Kebiasaan Harian yang Wajib Kamu Coba