Growthmates, aktivitas berjalan tanpa alas kaki atau grounding/earthing belakangan ramai diperbincangkan di media sosial dan kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk klaim dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Namun, benarkah grounding dapat membantu tubuh melawan infeksi virus?

Terkait hal itu, Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Widya Eka Nugraha, MSiMed, mengatakan, klaim tersebut perlu disikapi secara hati-hati dan dilihat berdasarkan bukti ilmiah serta prinsip ilmu biomedik.

“Grounding memang dapat mengubah potensial listrik tubuh ketika kulit bersentuhan langsung dengan permukaan bumi yang konduktif. Namun, fenomena fisika tersebut tidak serta-merta berarti terjadi peningkatan kekebalan tubuh terhadap virus,” ujar dr. Widya, sebagaimana dikutip Olenka dari laman IPB University, Jumat (18/9/2026).

Menurut dr. Widya, sejumlah penelitian awal memang mengindikasikan kemungkinan hubungan grounding dengan stres oksidatif, inflamasi, nyeri, kualitas tidur, hingga aktivitas sistem saraf otonom.

Meski demikian, penelitian yang tersedia masih memiliki sejumlah keterbatasan, antara lain ukuran sampel yang kecil, persoalan metodologi, serta hasil yang belum konsisten direplikasi oleh peneliti independen.

“Temuan tersebut lebih tepat dipandang sebagai bukti pendahuluan, bukan dasar untuk menjadikan grounding sebagai terapi infeksi virus,” tuturnya.

Dr. Widya juga menekankan pentingnya membedakan antara biological plausibility atau sesuatu yang masuk akal secara biologis dengan clinical effectiveness atau efektivitas klinis.

Menurutnya, adanya kemungkinan mekanisme biologis tidak otomatis membuktikan bahwa suatu aktivitas memberikan manfaat klinis bagi manusia.

“Suatu mekanisme dapat masuk akal secara biologis, tetapi efektivitas klinis harus dibuktikan melalui uji klinis acak, kelompok kontrol yang tepat, pengukuran objektif, dan replikasi penelitian,” kata dia menegaskan.

Secara biologis, kontak langsung antara kulit dan permukaan bumi memang memungkinkan terjadinya pertukaran muatan dalam jumlah kecil.

Namun, hingga kini belum terdapat bukti kuat bahwa elektron yang berpindah dapat mencapai jaringan tertentu dalam jumlah yang cukup untuk bertindak sebagai antioksidan atau mengubah respons imun secara klinis.

Manfaat yang dirasakan seseorang setelah melakukan grounding juga belum tentu berasal dari kontak langsung dengan tanah. Ada berbagai faktor lain yang dapat berperan, seperti aktivitas berjalan, paparan cahaya alami, udara terbuka, relaksasi, suasana alam, hingga efek plasebo.

Baca Juga: 5 Manfaat Grounding yang Bikin Tubuh dan Pikiran Lebih Rileks