Menjadi Menteri Hak Asasi Manusia

Pada 21 Oktober 2024, Natalius Pigai resmi dilantik sebagai Menteri Hak Asasi Manusia dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Sebagai Menteri HAM, ia mengusung berbagai agenda strategis, di antaranya pengarusutamaan perspektif hak asasi manusia dalam seluruh sektor pembangunan nasional, penyusunan draf Undang-Undang HAM yang memasukkan tindak pidana korupsi sebagai pelanggaran HAM, serta mendorong peningkatan anggaran untuk memperkuat perlindungan hak asasi manusia di Indonesia.

Penghargaan

Masih dikutip dari Antaranews, dedikasi Natalius Pigai dalam memperjuangkan hak asasi manusia mendapat apresiasi melalui penghargaan Tokoh Nasional Demokratis dan Berintegritas dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, pada ajang JMSI Awards 2024 di Samarinda, Kalimantan Timur, pada 16 Desember 2024 sebagai bentuk penghormatan atas konsistensinya menjaga nilai-nilai demokrasi dan HAM.

Harta Kekayaan

Selanjutnya, dikutip dari Kompas.com berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 23 Januari 2025, total kekayaan Natalius Pigai tercatat sebesar Rp4,769 miliar.

Harta tersebut terdiri atas Honda CR-V tahun 2011 senilai Rp300 juta, Jeep Wrangler Sport Renegade 4 Door 3.0 A/T tahun 2014 senilai Rp890 juta, sepeda motor Honda PCX 160 tahun 2023 senilai Rp25 juta, harta bergerak lainnya sebesar Rp70 juta, serta kas dan setara kas sekitar Rp3,484 miliar.

Kehidupan Pribadi dan Prinsip Mengasuh Anak

Di balik aktivitasnya sebagai pejabat negara, Pigai juga dikenal sebagai ayah tunggal yang memiliki prinsip tersendiri dalam membesarkan kedua anaknya.

Dikutip dari Tribun Corner Podcast, ia mengaku terinspirasi oleh pemikiran Albert Einstein bahwa tugas orang tua bukan mengajari anak secara langsung, melainkan menciptakan lingkungan yang membuat mereka nyaman untuk belajar.

"Einstein pernah bilang orang tua tidak dihadirkan untuk mendidik anak, tapi menyiapkan segala kemungkinan yang dibutuhkan anak agar mereka nyaman untuk belajar. Yang mengajar dia itu guru, buku, informasi teknologi, berita di Google. Karena itu tugas orang tua membangun pikiran humanisme di keluarga dengan cara yang demokratis," ungkap Pigai.

Dalam kehidupan sehari-hari, ia mengaku membangun hubungan yang akrab dengan kedua anaknya, bahkan menggunakan sapaan ‘lo-gue’ saat berkomunikasi.

Tak hanya itu, meski memiliki jadwal yang padat, Pigai pun mengaku selalu berusaha pulang ke rumah setiap malam untuk tidur bersama anak-anaknya.

Ia juga membiasakan makan malam bersama keluarga serta tidak meninggalkan rumah sebelum kedua anaknya berangkat ke sekolah.

Kini, Pigai mengaku bangga karena anak pertamanya menempuh pendidikan di Amerika Serikat, sementara anak keduanya berhasil diterima di University of Tokyo melalui jalur beasiswa.

Aktif di Media Sosial

Selain aktif di dunia pemerintahan, Natalius Pigai juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyampaikan gagasan mengenai hak asasi manusia dan kemanusiaan.

Dikutip dari akun Instagram resminya, Pigai pun menuliskan deskripsi singkat yang sarat makna, yaitu, ‘Lilin kecil di tengah lorong kegelapan!’. Dan, hingga kini, akun Instagram resminya telah memiliki sekitar 53,5 ribu pengikut dengan lebih dari 700 unggahan.

Baca Juga: Profil Dante Saksono Harbuwono, Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang Kini Jabat Wakil Menteri Kesehatan