Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mengatakan bahwa media memiliki peran strategis sebagai pilar pembangunan peradaban HAM. Ia mengharapkan, ada kolaborasi antara media dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan peradaban HAM tersebut.

"Tanpa media tidak mungkin dunia ini berubah. Media harus mampu memberi kritik yang objektif," katanya dalam kegiatan Kelas Jurnalis HAM yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Menteri Pigai Usul Kejahatan Korupsi Sebagai Pelanggaran HAM

Natalius Pigai menjelaskan, berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan media masih didominasi oleh materi yang bernuansa negatif dan subjektif. Ia berharap, media bisa memberi kritik yang objektif.

Ia menegaskan bahwa saat ini Indonesia membutuhkan jurnalis yang memiliki integritas dan independensi tinggi. Menurutnya, jurnalis harus mampu berdiri teguh di tengah berbagai tantangan pembangunan nasional.

"Para wartawan memiliki tugas sangat sulit untuk mengungkap kebenaran," sebutnya.

Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) periode 2012–2017 ini menyampaikan apresiasi terhadap profesi jurnalis. Ia menyebut wartawan sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam menjaga ruang publik dan demokrasi.

Pigai mengibaratkan jurnalis sebagai lilin kecil yang memberikan cahaya di tengah situasi penuh ketidakpastian dan tantangan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah memahami posisi strategis media dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, pemerintah tidak pernah menganggap media sebagai pihak penghambat program nasional.

"Media dan pemerintah adalah satu kesatuan. Selama ini terkesan hubungan pemerintah dan media jauh, tetapi hanya perasaan kalian saja," sebutnya.

Pigai menyampaikan bahwa Kementerian HAM telah dua kali mengadakan pertemuan bersama insan media. Salah satu agenda tersebut diwujudkan melalui Kelas Jurnalis HAM yang bertujuan mendorong peningkatan kualitas pers dan media di Indonesia.

"Pemerintah harus memberi kesempatan dan membesarkan media di Indonesia," pungkasnya.