Maybank Indonesia mencatatkan kinerja impresif sepanjang 2025. Segmen Perbankan Syariah menjadi pendorong utama dengan Laba Sebelum Pajak (PBT) melonjak 104% menjadi Rp847 miliar secara tahunan.

Kenaikan tersebut ditopang oleh penurunan Bagi Hasil untuk Pemilik Dana Investasi yang mendorong Pendapatan Setelah Distribusi Bagi Hasil meningkat 16,5%. Selain itu, pertumbuhan other operating income sebesar 2,1% dan penurunan beban provisi membuat Gross Operating Income Perbankan Syariah tumbuh 13,9% year-on-year (YoY).

Likuiditas dan Kualitas Aset Tetap Kokoh

Dari sisi likuiditas, kondisi bank secara keseluruhan tetap solid. Loan-to-Deposit Ratio (LDR) bank-only tercatat 90,3%. Sementara itu, Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 175,8%, jauh di atas ketentuan minimum 100%, serta Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 112,4% yang mencerminkan struktur pendanaan jangka panjang yang sehat.

Baca Juga: Langkah Maybank Indonesia Perkuat Ekosistem Digital Banking Lewat Pengembangan M2U ID App

Di lini Perbankan Syariah, pembiayaan non-ritel tumbuh 8,1% YoY. Pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen SME+ yang melonjak 27,7%, disusul Retail SME (RSME) 6,6% dan Business Banking 3,2%. Adapun pembiayaan ritel meningkat 13,5% YoY, terutama dari pembiayaan kepemilikan properti yang naik 16,5%.

Total pembiayaan Syariah mencapai Rp30,51 triliun atau 28,1% dari total portofolio bank-only. Aset Syariah pun menyumbang 24,7% terhadap total aset bank.

Baca Juga: Maybank Indonesia Resmikan Kantor Cabang di Subang

Dari sisi pendanaan, komposisi semakin efisien dengan pertumbuhan CASA Syariah sebesar 5,5% YoY, didorong kenaikan giro 13,8%. Meski tabungan turun 1,8% dan deposito berjangka terkoreksi 29,9%, rasio CASA Syariah meningkat signifikan menjadi 64,8% dari sebelumnya 55,0%.

Total simpanan nasabah Syariah tercatat Rp32,95 triliun, turun 10,4% YoY. Namun, kualitas aset tetap terjaga dengan Non-Performing Financing (NPF) sebesar 2,2% (gross) dan 1,4% (net), serta Financing-to-Deposit Ratio (FDR) di level 91,9%.

Strategi ROAR30 Perkuat Fundamental

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menegaskan bahwa 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat profitabilitas dan fundamental perseroan.

“Kami fokus meningkatkan kualitas pendapatan berkelanjutan, mengelola biaya secara disiplin, mengoptimalkan struktur pendanaan, serta memperkuat manajemen risiko. Hasilnya, profitabilitas meningkat, kualitas aset terjaga, dan neraca semakin resilien,” ujar Steffano.

Baca Juga: Maybank Indonesia Gelar Program Global CR Day dan Cahaya Kasih

Sebagai salah satu home market dari Maybank Group, Maybank Indonesia tetap selaras dengan strategi grup yang menitikberatkan pada solusi berbasis kebutuhan nasabah, pertumbuhan yang disiplin, serta penciptaan nilai jangka panjang.

Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Dato’ Sri Khairussaleh Ramli, turut menyoroti implementasi strategi ROAR30 yang menjadi rencana lima tahun paling ambisius di tingkat grup.

“Dibangun di atas fondasi M25+, ROAR30 mengedepankan Humanising Financial Services melalui pengalaman nasabah terbaik, kontribusi positif bagi masyarakat, serta penguatan ekonomi riil. Maybank Indonesia memanfaatkan kapabilitas grup untuk menghadirkan pertumbuhan yang terarah dan nilai berkelanjutan,” tuturnya.

Baca Juga: Strategi Transformasi Maybank Indonesia: Dorong Pertumbuhan UKM dan Keuangan Berkelanjutan

Penghargaan dan Kinerja Anak Usaha

Sepanjang 2025, Maybank Indonesia meraih 14 penghargaan dari berbagai institusi internasional, mencakup kategori Perbankan Syariah, Digital Banking, UKM, Wealth Management, hingga keberlanjutan. Beberapa di antaranya berasal dari Asian Banking & Finance Award, Global Finance, dan Euromoney.

Anak usaha PT Maybank Indonesia Finance (Maybank Finance) mencatat pembiayaan tumbuh 6,7% YoY menjadi Rp8,48 triliun. Laba sebelum pajak naik 2,1% menjadi Rp593 miliar dengan rasio kredit bermasalah (NPL) rendah di 0,3% (gross).

Sementara itu, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) membukukan pertumbuhan pembiayaan 8,8% YoY menjadi Rp6,75 triliun. Namun, laba sebelum pajak terkoreksi 46,9% menjadi Rp175 miliar akibat peningkatan beban provisi. Rasio NPL WOM tercatat 2,2% (gross) dan 1,0% (net).

Dengan lonjakan profitabilitas Syariah sebesar 104%, likuiditas jauh di atas ambang regulasi, serta pertumbuhan pembiayaan di segmen potensial seperti SME dan properti, Maybank Indonesia menutup 2025 dengan fundamental yang dinilai semakin kuat.

Baca Juga: Maybank Indonesia Lewat Unit Syariahnya Fasilitasi Forum Pendalaman Pasar Uang dan Valas

Dukungan strategi ROAR30 dari Maybank Group menjadi landasan bagi perseroan untuk terus menciptakan nilai berkelanjutan bagi nasabah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan di tengah dinamika pasar.