Bagi Andri, kegagalan dalam upaya yang jujur justru harus didukung. Budaya kerja yang sehat adalah budaya yang memberi ruang untuk bereksperimen, selama tetap berada dalam koridor nilai perusahaan.
“Jadi saya benar-benar meng-encourage tim saya, jangan takut salah, lakukan tapi belajar dari situ. Belajar dari situ dan jangan jatuh di tempat yang sama lagi,” tegasnya.
Pendekatan ini menunjukkan keseimbangan antara ketegasan dan pemberdayaan.
Menurutnya, kesalahan bukan untuk dihukum secara membabi buta, melainkan untuk dijadikan bahan pembelajaran agar tim semakin matang dan tangguh.
Namun, Andri menggarisbawahi bahwa ada garis tegas yang tidak boleh dilanggar, terutama yang berkaitan dengan integritas dan keselamatan (safety).
Dalam konteks ini, kata dia, perusahaan tidak bisa bersikap lunak.
“Tapi kalau dia melakukan nekat, tapi itu melanggar rambu-rambu core value kita, kalau itu masalah integritas, safety, itu mungkin bentuknya yang kita harus lebih tegas dalam hal itu. Jadi rambunya harus clear,” tandasnya.
Baca Juga: Mengenal Sosok Ingrid Siburian, Pemimpin Shell Indonesia