Ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendadak berhenti beroperasi lantaran tak kunjung menerima dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Dapur-dapur yang stop operasi itu tersebar di sejumlah wilayah Indonesia mulai Aceh, Batam, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Baca Juga: Sony Sonjaya Bongkar 20 Nama Tokoh Besar yang Diduga Terlibat Korupsi MBG, Siapa Saja?
Data yang dihimpun dari berbagai jumlah SPPG di Aceh yang berhenti operasi sebanyak 7 dapur dari total 37 SPPG. Sementara di Batam, jumlah dapur yang tutup sementara lebih dari 50 dapur.
Di NTB jumlah dapur penyalur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berhenti beroperasi sebanyak 195 dapur. Lalu di Solo terdapat 20 SPPG yang tutup dan di Brebes 31 SPPG. Seluruh dapur itu berhenti beroperasi pada Senin (9/6/2026) kemarin.
Dibantah Nanik
Kendati kabar penutupan SPPG itu susah dikonfirmasi masing-masing koordinator di seluruh daerah,namun Kepala BGN Nanik S Deyang membantah kabar itu. Nanik juga membantah isu mandeknya penyaluran dana dari BGN.
Dia mengatakan dana operasional program andalan Presiden Prabowo Subianto itu telah dikirim sejak Jumat (5/6/2026) untuk seluruh SPPG di Indonesia. Dia bahkan mengatakan kabar tersebut adalah informasi sesat alias hoaks.
"Sebagian dari hoaks. Semua sudah dicairkan dari mulai Jumat," kata Nanik.
Nanik mengatakan dana operasional SPPG selalu dicairkan tepat waktu, selama ini dana tersebut rutin ditransfer secara bertahap dan semuanya berjalan lancar tanpa kendala berarti.
"Jadi memang ada beberapa yang apa namanya yang Jumat itu sudah dicairkan, yang Senin ini juga dicairkan," ujarnya
Menurut Nanik, BGN juga menerima laporan adanya pencairan anggaran dalam jumlah besar pada hari yang sama.
"Tadi kalau tidak salah kami dapat laporan Rp5 triliun ya dicairkan hari ini," kata Nanik.
Baca Juga: BGN Mau Irit Anggaran MBG, Nanik Deyang Kasih Kode Bakal Pangkas Jumlah Penerima Manfaat
Ia menegaskan persoalan yang terjadi lebih bersifat administratif dan teknis, bukan karena adanya penghentian pendanaan program MBG.
"Jadi tidak ada masalah, masalah teknis saja," ujarnya.