Sosok Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut-sebut menjadi pasangan paling ideal untuk maju sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada Pilpres 2029 mendatang. Bukan tanpa alasan pasangan ini memang punya elektabilitas yang lumayan moncer, terutama Dedi Mulyadi, dia bahkan mengungguli sejumlah tokoh besar macam Presiden Prabowo Subianto.
Merujuk hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis akhir Juli 2026. Dalam simulasi semi terbuka dengan 20 nama calon presiden, Dedi berada di posisi teratas dengan elektabilitas 35 persen.
Sementara Prabowo berada di posisi kedua dengan angka 14,5 persen. Jarak keduanya cukup lebar, yakni mencapai 20,5 poin persentase.
Dalam simulasi head to head, keunggulan Dedi juga terlihat. Dedi memperoleh 59 persen dukungan, sedangkan Prabowo berada di angka 28,3 persen. Survei SMRC tersebut dilakukan pada 5-19 Juli 2026.
Pengamat politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga mengatakan, elektabilitas moncer Dedi Mulyadi bisa berubah menjadi ancaman, ia bisa saja sengaja tak diorbitkan Gerindra pada ajang Pemilu 2029 mendatang mengingat tokoh sentral di Partai Politik berlambang garuda merah itu adalah Prabowo Subianto.
Hal ini sekaligus membuka peluang bagi Dedi untuk berlabuh di partai lain yang justru bakal menjadi penantang berat Prabowo pada Pilpres mendatang.
"Kader seperti itu bisa saja akan diasingkan di internal Gerindra. Dedi bisa saja tidak diberi peran strategis di Gerindra. Kalau hal itu terjadi, bisa saja Dedi akan melakukan perlawanan. Dedi bisa saja berlabuh ke partai lain untuk mewujudkan ambisi politik," kata Jamiluddin dilansir Olenka.id Rabu (19/8/2026).
Apabila Dedi benar cabut dari Gerindra, maka peluang yang paling mungkin adalah bergabung dengan kubu Anies Baswedan yang menjadikan keduanya sebagai duet maut yang sukar ditekuk pasangan mana pun termasuk Prabowo sendiri yang menjadi calon petahana.
Namun, Jamiluddin menegaskan skenario tersebut masih sebatas analisis. Belum ada keputusan resmi mengenai koalisi maupun pasangan calon untuk Pilpres 2029. Peta politik juga masih sangat mungkin berubah mengingat kontestasi tersebut masih beberapa tahun lagi.
Baca Juga: Setiap Kali Tampil Malah Bikin Blunder, Prabowo Sudah Berkali-kali Terjerat Ranjau Politik
"Salah satunya bisa saja Dedi bergabung dengan Anies Baswedan untuk maju pada Pilpres 2029. Dua sosok ini akan sangat kuat bila bersatu. Setidaknya dua sosok ini dapat membius kalangan religius dan nasionalis untuk mendukung mereka," pungkasnya.