Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) I Gede Pasek Suardika memperingatkan Presiden Prabowo Subianto untuk hati-hati dan waspada dengan orang-orang di sekitarnya.
Menurutnya orang-orang di sekitar Prabowo tak semuanya baik, ada yang berlaga baik namun berniat jahat yang ingin menjerat Prabowo dengan ranjau politik demi meruntuhkan harga diri Kepala Negara.
Parahnya Prabowo sudah beberapa kali terjerat ranjau tersebut lewat sederet blunder dalam pidato yang disampaikan di hadapan publik. Blunder-blunder fatal itu jelas bikin malu presiden.
Baca Juga: Yang Ngomong Mantan Menteri, Pemerintah Prabowo Subianto Sudah Gagal Total, Nggak Ketolong Lagi!
“Jika dicermati, Presiden Prabowo Subianto sebenarnya adalah pemimpin yang baik. Niatnya baik, tetapi akibat terlalu banyak ranjau dipasang orang sekitarnya, sehingga setiap tampil di publik selalu ada sesuatu yang mempermalukan beliau,” kata Pasek dalam keterangan dilansir Olenka.id Rabu (19/8/2026).
Pasek tak membeberkan secara gamblang siapa yang disebutnya sebagai pemasang jerat itu, namun yang jelas dia menyebut blunder yang mencoreng muka Prabowo itu terjadi karena ada kesalahan data yang diberikan para pembisiknya.
"Ada pensuplai data, fakta, cerita sesat yang dengan niat baik beliau lalu dipercaya. Padahal isinya menyesatkan,” ujarnya.
Pasek mengatakan, ranjau politik di sekitar Prabowo muncul karena berbagai faktor, ada yang disengaja tetapi ada pula karena ketidaksengajaan lantaran kurangnya keprofesionalan kerja.
"Dari ketidakprofesionalan orang sekitar, jebakan betmen pembusukan untuk rebutan 2029 nanti, sampai kemungkinan rebutan rakus manfaat kekuasaan orang sekitarnya dengan aji mumpungnya,” kata Pasek.
Dia menilai kondisi tersebut dapat membuat kekuasaan Prabowo dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, alih-alih digunakan untuk membantu presiden menjalankan pemerintahan.
Pasek bahkan memperingatkan Prabowo dapat menjadi korban apabila persoalan di lingkaran kekuasaannya tidak segera dibenahi.
"Jika tidak segera diselamatkan, maka Prabowo Subianto akan jadi korban ganasnya orang sekitarnya memanfaatkan sekaligus menjerumuskannya,” ujarnya.
Pasek kemudian mendorong adanya langkah nyata Prabowo untuk menyingkirkan para pemasang jerat.
Dia menyinggung sejumlah kasus dan informasi yang menurutnya telah menimbulkan persoalan bagi pemerintah, di antaranya sosok Susana yang disebutnya sebagai figur fiktif, klaim keuntungan penggilingan padi mencapai Rp2 triliun, serta berbagai laporan terkait Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan sekolah rakyat.
"Sudah saatnya ada langkah pembersihan ranjau-ranjau politik di sekitar beliau,” kata Pasek.