Pegiat politik, sosial, dan ekonomi Arif Wicaksono mengatakan Dedi Mulyadi sama sekali tidak membutuhkan Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi pasangannya pada Pilpres 2029 sebagai calon presiden dan calon wakil presiden. Justru sebaliknya Gibran yang sangat membutuhkan figur Gubernur Jawa Barat tersebut.

Menurut Arief Wicaksono, Dedi Mulyadi menjadi salah satu figur kandidat calon untuk Pilpres 2029 yang paling unggul sekarang ini.

Dari hasil penelitian sejumlah lembaga survei tingkat kepopuleran Dedi Mulyadi bahkan melampaui Presiden Prabowo Subianto, elektabilitasnya sudah menyentuh 19,8 persen. Hasil ini berbanding terbalik dengan Gibran yang hanya mentok di 2 persen saja. 

Baca Juga: Jokowi Sudah Terang-terangan Buka Komunikasi, Dedi Mulyadi-Gibran di Pilpres 2029 Semakin Jelas

“KDM nggak butuh Gibran. Yang butuh justru sebaliknya,” kata Arief Wicaksono dilansir Olenka.id Selasa (22/9/2026).

Bagi Arief, memilih Gibran sebagai pasangannya sama saja Dedi Mulyadi mendegradasi popularitasnya sendiri, ia menurunkan nilai tawarnya hingga titik paling rendah. Untuk itu ia berharap Dedi Mulyadi memilih figur lain yang setidaknya tingkat elektabilitasnya setara.

“Kalau KDM rela jadi pasangan itu, artinya dia sendiri yang ngecilin nilainya: 19,8% berbanding cuma 2%. KDM apa mau dipinjam popularitasnya?" ujarnya.

Jokowi Buka Komunikasi dengan Dedi Mulyadi

Desas-desus Dedi Mulyadi-Gibran Rakabuming untuk Pilpres 2029 mengemuka dalam satu dua hari belakangan ini. Dukungan untuk pasangan ini berseliweran di media sosial.

Ekonom dan pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu mengatakan kans duet Dedi Mulyadi dengan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada Pilpres 2029 semakin kuat dan mulai terbuka terang benderang. 

Pernyataan itu disampaikan Said Didu merespons unggahan akun X @LambeSahamjja yang dalam sebuah unggahannya menyatakan Dedi Mulyadi kini semakin lengket dengan keluarga Jokowi, dimana kedua kubu diprediksi bakal membuat poros baru di Pilpres mendatang.  

"Makin jelas Gibran-KDM," kata Said Didu seraya membagikan unggahan itu dilansir Olenka.id Selasa (22/9/2026). 

Adapun dalam unggahan @LambeSahamjja yang dibagikan Said Didu, Jokowi disebut-sebut bakal berkongsi dengan Dedi Mulyadi yang sekarang ini masih berstatus sebagai kader Gerindra. Apabila duet ini menjadi kenyataan, maka Dedi Mulyadi-Gibran jelas menjadi batu sandungan bagi Prabowo Subianto yang sedang berupaya mempertahankan kekuasaannya hingga periode kedua. 

"Jokowi diisukan akan menggandeng KDM untuk dipasangkan dengan Gibran di Pilpres 2029," demikian narasi yang dibagikan akun tersebut. 

Akun tersebut mengklaim, Jokowi memang sudah lama memantau elektabilitas Dedi Mulyadi sejak awal 2026 sebab Gubernur Jawa Barat itu menjadi salah satu kandidat yang paling superior dalam berbagai survei belakangan dimana elektabilitas Dedi Mulyadi bahkan melampaui Prabowo Subianto. 

"Jokowi udah mantau elektabilitas Dedi Mulyadi naik dari awal tahun. Alasannya karena Dedi Mulyadi lagi populer di survei bahkan ngungguli Prabowo," kata akun tersebut. 

Tak hanya memantau perkembangan elektabilitas Dedi Mulyadi, Jokowi juga sudah mulai membuka komunikasi dengan Dedi Mulyadi, belakangan komunikasi kedua belah pihak disebut-sebut semakin intens. 

"Komunikasi Jokowi sama Dedi Mulyadi makin intens," katanya lagi.

Di sisi lain, elektabilitas Dedi Mulyadi memang menunjukkan peningkatan dalam sejumlah survei yang dirilis pada 2026.

Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis Juli 2026, misalnya, mencatat elektabilitas Dedi Mulyadi dalam simulasi semi-terbuka mencapai 35 persen.

Angka ini mengalami peningkatan dari 19,7 persen pada November 2025. Pada periode yang sama, elektabilitas Prabowo tercatat turun dari 34,9 persen menjadi 14,5 persen. 

Sementara itu, survei Tempo Data Science yang dipublikasikan pada Agustus 2026 juga menempatkan Dedi Mulyadi di posisi teratas dalam simulasi elektabilitas sejumlah tokoh untuk Pilpres 2029.

Baca Juga: Yang Ngomong Orang Dekat Jokowi: Kalau Gibran Dipecat Prabowo Harus Dilengserkan, Gugatan Denny Indrayana Pesanan!

Dalam survei tersebut, Dedi memperoleh 42 persen, disusul Prabowo dengan 15 persen dan Gibran dengan 6 persen.

Perkembangan tersebut membuat nama Dedi Mulyadi semakin sering masuk dalam pembicaraan mengenai kontestasi politik nasional 2029.