Wakil Presiden ke-10 dan 12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla alias JK melaporkan sejumlah pihak ke Bareskrim Polri, JK terusik dan tak terima setelah dituding menjadi pendana alias bohir yang mengongkosi kasus ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi). 

Tak hanya melaporkan Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar, JK juga memperkarakan sejumlah pihak lainnya yakni empat akun YouTube. Semuanya dilaporkan atas tudingan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong atau hoaks. 

Baca Juga: Ribut-ribut Soal Bohir Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Rismon ke Jusuf Kalla: Tidak Segampang Itu Bikin Laporan Polisi

Adapun ke empat saluran youtube yang turut dipolisikan JK adalah Ruang Konsensus, Musik Ciamis, Mosato TV dan YouTuber Nusantara. Laporan itu telah resmi dilayangkan ke Bareskrim Polri pada  Senin (7/4/2026). 

"Tidak hanya untuk saudara Rismon, tapi ada beberapa juga yang turut akan kami laporkan," kata  pengacara JK, Abdul Haji Talaohu kepada wartawan dilansir Selasa (7/4/2026). 

JK melaporkan Rismon berdasarkan informasi di media sosial yang menyebut adanya dana yang diberikan JK untuk memperkarakan ijazah Jokowi. Dalam narasi yang beredar, Rismon mengaku menyaksikan langsung penyerahan uang sebesar Rp5 miliar dari JK kepada Roy Suryo Cs.

Sementara itu akun YouTube Ruang Konsensus disebut mengunggah konten Podcast yang menyebut sosok JK memiliki insting untuk tetap berkuasa secara tidak rasional.

Untuk akun Mosato TV disebut ada kontennya yang menuduh JK hendak melakukan makar terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Selanjutnya YouTube Nusantara juga disebut terafiliasi dengan Jokowi karena kontennya sempat merayakan ulang tahun di Solo, Jawa Tengah.

Terpisah, Rismon Sianipar juga telah memberi pernyataan terkait tudingan yang menyebut dirinya sebagai penyebar informasi yang menyebut JK sebagai bohir kasus ijazah palsu Jokowi.

Rismon lewat kuasa hukumnya, Jahmada Girsang membantah hal itu. Dia mengatakan pernyataan terkait tudingan terhadap JK merupakan hasil manipulasi digital lewat rekayasa Artificial Intelligence (AI). Rismon memang sempat berbicara soal penyokong dana kasus ijazah palsu Jokowi tetapi ia sama sekali tak menyebut nama JK.

"Itu olahan AI semua ya, Rismon tidak pernah sebut nama Pak JK," kata Girsang dilansir Senin (6/4/2026).

Jahmada mengatakan lantaran itu adalah video manipulasi AI, maka laporan yang dilayangkan pihak JK ke Bareskrim Polri juga bakal sulit diterima, sebab barang bukti berupa potongan video itu nantinya akan diuji dan diselidiki keasliannya. Polisi mustahil menerima barang bukti yang belum jelas kebenarannya.

Baca Juga: Kritik WFH, Jusuf Kalla: Penggunaan Lampu dan AC di Kantor tak Ada Hubungannya dengan BBM

“Biarkan saja dulu, tidak segampang itu membuat laporan, nanti di SPKT diuji dulu bukti-bukti awal apa yang disodorkan," tuturnya.