Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut merespons pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) yang menyebut karier politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) bisa melejit hingga merengkuh kursi RI I berkat jasa-jasa besarnya di masa lampau.
Gibran mengatakan, JK bukanlah tokoh sembarangan, ia sangat berpengaruh di kancah politik Tanah Air, JK adalah tokoh senior yang layak dihormati. Gibran mengatakan JK bahkan menjadi pembimbing dirinya mengarungi dunia politik.
Baca Juga: Ceramah di UGM Dinilai Menista Agama, Jusuf Kalla Didesak Segera Klarifikasi dan Minta Maaf
“Pak JK itu senior saya, Pak JK itu mentor juga,” ujar Gibran usai meninjau RSUD JP Wanane di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya dilansir Kamis (23/4/2026).
Gibran mengatakan sejauh ini hubungannya dengan JK sangat harmonis, mereka kata dia bahkan sangat dekat secara personal.
Menurutnya, pengalaman panjang Jusuf Kalla dalam pemerintahan menjadikannya figur penting yang telah banyak berkontribusi bagi bangsa, khususnya dalam penyelesaian konflik di berbagai daerah.
“Beliau sudah sangat berpengalaman dan memiliki banyak kiprah untuk negeri ini, terutama di daerah-daerah konflik,” tuturnya.
Gibran pun menilai Jusuf Kalla sebagai teladan yang layak dijadikan panutan oleh generasi pemimpin saat ini.
“Beliau adalah teladan untuk kita semua,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi berbagai masukan dan evaluasi yang diberikan Jusuf Kalla, yang dinilai penting dalam memperkaya perspektif kepemimpinan nasional.
“Saya sangat berterima kasih atas masukan dan evaluasi dari Pak JK,” imbuhnya.
Di akhir pernyataannya, Gibran kembali menegaskan kekagumannya terhadap sosok Jusuf Kalla.
“Pak JK itu idola saya,” pungkasnya.
Sebelumnya Jokowi juga telah merespons pernyataan tersebut, nama Jokowi tak banyak berbicara ia menanggapi pernyataan kontroversial JK itu dengan datar. Dia mengatakan dirinya memang bukan siapa-siapa, ia hanya rakyat biasa yang kebetulan masuk politik.
"Ya, saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung," kata Jokowi.
Sebagaimana diketahui JK menegaskan perannya dalam perjalanan politik Jokowi hingga bisa menjadi pemimpin negara.
Dia juga menyinggung 'termul-termul' untuk membandingkan dengan perannya tersebut. Termul adalah akronim dari 'ternak Mulyono' yang populer di media sosial untuk merujuk para loyalis Jokowi.
JK mengingatkan bahwa dirinya adalah salah satu yang membawa Jokowi ke Jakarta dari Solo untuk memenangkan kursi gubernur DKI Jakarta 2012 silam.
Menurut dia, saat itu, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menolak Jokowi. Tapi, JK mengklaim dirinya membawa Jokowi ke Megawati dan mempromosikannya sebagai 'orang baik'.
'"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo untuk jadi Gubernur. Saya bawa. Saya ke Ibu Mega, 'Ibu ini ada calon baik orang PDIP'. 'Ah jangan'. Saya datang lagi, akhirnya beliau setuju jadilah Gubernur," kata JK.
Ia mengatakan setelah menang dalam pilkada dan menjadi gubernur, Jokowi menemuinya untuk mengucapkan terima kasih.
"Apa kurangnya saya coba? Saya bawa ke Jakarta," kata JK.
"Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi Presiden karena saya. Kan, tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden?" sambungnya dengan nada keras.