Banyak penderita asam lambung atau GERD sering mengeluhkan sensasi panas di dada, rasa asam di tenggorokan, hingga gangguan tidur akibat asam lambung yang naik saat berbaring.
Salah satu cara yang kerap disarankan adalah tidur dengan posisi kepala lebih tinggi menggunakan bantal tambahan. Ternyata, metode sederhana ini memang memiliki manfaat medis.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, FINASIM., membenarkan bahwa posisi tidur dengan bantal lebih tinggi dapat membantu mengurangi naiknya asam lambung ke tenggorokan.
“Kalau kita tiduran bantal tinggi, maka asam lambung untuk bisa naik ke atas, reflux ke atas, ke arah oesophageal, ke arah tenggorokan, itu berkurang banyak,” terang Prof. Zubairi, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Minggu (24/52026).
Prof. Zubairi memaparkan, GERD atau gastroesophageal reflux disease merupakan kondisi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan.
Baca Juga: Ini Cara Mencegah Stroke yang Disarankan Dokter Ahli
Saat seseorang tidur dalam posisi mendatar, kata dia, asam lambung lebih mudah bergerak naik ke area kerongkongan dan tenggorokan sehingga memicu rasa tidak nyaman, batuk, dada terasa panas, hingga mulut terasa pahit saat bangun tidur.
“Karena itu, posisi kepala yang lebih tinggi saat tidur dinilai dapat membantu memanfaatkan gravitasi agar asam lambung tetap berada di lambung dan tidak mudah naik ke atas,” bebernya.
Menurut Prof. Zubairi, cara ini memang menjadi salah satu anjuran yang umum diberikan kepada penderita GERD, terutama bagi mereka yang sering mengalami keluhan pada malam hari.
“Jadi memang salah satu saran untuk orang dengan sakit GERD itu dengan tiduran bantal tinggi,” jelasnya.
Meski terlihat sederhana, pengaturan posisi tidur ternyata bisa memberikan dampak besar bagi penderita GERD. Selain menggunakan bantal yang lebih tinggi, penderita juga biasanya dianjurkan untuk tidak langsung berbaring setelah makan, menghindari makanan pemicu asam lambung, serta menjaga pola makan agar gejala tidak semakin sering kambuh.
“Kebiasaan kecil seperti memperbaiki posisi tidur pun dapat membantu mengurangi refluks asam lambung dan membuat kualitas istirahat menjadi lebih nyaman,” pungkasnya.
Baca Juga: Jangan Tunda Medical Check Up Usai Lebaran, Dokter Ahli Ungkap Alasannya