Hubungan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dengan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) belakangan sedang panas dingin. Ketegangan keduanya bermula dari kasus ijazah Palsu Jokowi yang digembar gemborkan selama ini, belakangan JK dituding sebagai dalang dari kasus tersebut. 

Tak mau namanya terseret JK membawa perkara ini ke jalur hukum, namun bersamaan dengan itu banyak pendukung Jokowi yang menyerang JK. Pengusahaa kawakan itu tak mau diam begitu saja, ia melancarkan serangan balik dengan menyebut pendukung Jokowi dengan sebutan ‘termul’ merujuk pada makna  ‘ternak mulyono’ yang kerap kali diasosiasikan sebagai sebutan untuk pendukung Jokowi. 

Baca Juga: Ceramah di UGM Dinilai Menista Agama, Jusuf Kalla Didesak Segera Klarifikasi dan Minta Maaf

JK bahkan blak-blakan mengatakan karier politik Jokowi yang moncer itu tidak terlepas dari jasa besarnya, Jokowi kata dia bisa menjadi presiden karena kemurahan hatinya menggendong  yang bersangkutan masuk ke politik nasional. 

Jokowi sendiri tak mau banyak berbicara merespons pernyataan itu, alih-alih membantah Jokowi justru merendah dengan menyebut dirinya hanya rakyat biasa, rakyat kecil yang mengerti apa-apa. 

 Juru bicara (Jubir) JK Husain Abdullah menegaskan, peran dan jasa besar JK dalam perjalanan karier Jokowi tidak bisa dielakan begitu saja. JK adalah orang pertama yang membuka jalan buat Jokowi mentas di panggung politik nasional, tanpa itu Jokowi hanya sekelas politisi daerah yang tak bisa kemana-mana. Ruang geraknya hanya sebatas di Solo saja. 

Menurutnya JK adalah orang pertama yang memboyong Jokowi ke Jakarta untuk dicalonkan menjadi Gubernur DKI, ketika itu Jokowi masih menjabat Wali Kota Solo. 

"Yang ingin disampaikan adalah meyakinkan kepada seluruh loyalis Pak Jokowi, bahwa dirinya itu sebenarnya memiliki bagian peranan di dalam keberhasilan Pak Jokowi untuk menduduki puncak tangga politik di Indonesia sebagai orang nomor satu. Tentu ada proses, dalam setiap kontestasi ada proses," ujar Husain dalam dialog Head to Head CNN Indonesia TV dilansir Kamis (23/4/2026). 

“Dan di situlah Pak JK menempatkan dirinya, di mana posisinya berada dalam proses itu," sambungnya.

Husain mengakui, JK memang kepincut dengan gaya kepemimpinan Jokowi ketika menjadi Wali Kota Solo, dia melihat ada peluang besar bagi Jokowi untuk memimpin daerah yang jauh lebih luas dan kompleks seperti Jakarta. Tanpa pikir panjang Jokowi kemudian dibawa masuk Ibu Kota. 

Tidak hanya membawanya ke Jakarta, oleh JK, Jokowi juga ditawarkan ke beberapa partai politik agar mereka bersedia mendukungnya di Pilkada DKI Jakarta, JK orang yang paling berperan besar meyakinkan Ketua Umum PDI  Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk mencalonkan Jokowi di Jakarta.  

Tak berhenti disitu, JK juga diklaim terlibat langsung membantu Jokowi dalam urusan kampanye di Jakarta, tentu saja bantuan itu berupa logistik dan bantuan materi. Sudah menjadi rahasia umum ongkos politik di Jakarta itu butuh biaya besar sehingga perlu sokongan logistik yang mumpuni . 

"Pak JK berkonsentrasi dan mengajak beberapa temannya itu, menyiapkan logistiknya, konsultan politiknya, seluruh kebutuhan-kebutuhan itu kemudian disiapkan untuk Pak Jokowi. Inilah yang dimaksud oleh Pak JK, chapter ini ibaratnya undang-undang atau konstitusi, ada pembukaannya, ada batang tubuh, dan ada penutup. Beliau di bagian pembukaan," ujar Husain.

Husain menegaskan bahwa JK sama sekali tidak memiliki masalah pribadi dengan Jokowi, melainkan murni mempertanyakan sikap para pendukung yang seolah melupakan sejarah dan terus memojokkannya.

"Beliau dipojokkan terus dianggap lagi tiba-tiba ada tudingan beliau menjadi bohir membiayai 5 miliar misalnya," kata Husain.

Baca Juga: Audiensi dengan Wapres Gibran, IKPI Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kepatuhan dan Penerimaan Pajak

"Itu beliau tidak nyaman. Makanya dia menyebut kepada pendukungnya, 'Kurang apa saya ini? Saya ini adalah orang yang pertama membawa Pak Jokowi untuk kontestasi di Pilgub DKI'," sambungnya.