Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan industri kelapa sawit nasional dengan berpartisipasi sebagai Sponsor dalam kegiatan Hai Sawit Simposium (HASI) ke-2 Tahun 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Hai Sawit Indonesia bersama Himpunan Profesional Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI) ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pelaku industri sawit dari Indonesia dan Malaysia.

Mengusung tema “Updating Best Management Practice (BMP) Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia dan Malaysia dalam Mendukung Peningkatan Produksi Sawit & Ketahanan Energi”, HASI 2026 menjadi wadah diskusi konkret untuk menjawab berbagai tantangan industri, mulai dari produktivitas hingga tuntutan keberlanjutan global.

Baca Juga: Olenka dan BPDP Gelar SWOT di Bekasi, Kupas Manfaat Sawit yang Dekat dengan Keseharian

Partisipasi BPDP sebagai Sponsor mencerminkan peran aktif lembaga tersebut dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM), peningkatan produktivitas, serta penerapan praktik terbaik (BMP) di sektor perkebunan kelapa sawit. Dukungan ini juga sejalan dengan upaya BPDP dalam memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna menjaga daya saing industri sawit Indonesia di tingkat global.

Sebagai bagian dari komitmen kampanye positif produk turunan perkebunan, BPDP turut menghadirkan dan menampilkan berbagai produk UMKM berbasis kelapa sawit dalam rangkaian kegiatan HASI 2026. Inisiatif ini menjadi sarana edukasi kepada publik mengenai beragam manfaat komoditas perkebunan, sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Baca Juga: Meningkatkan Produktivitas Sawit Tanpa Deforestasi

Menariknya, inovasi produk turunan kelapa sawit yang ditampilkan tidak hanya terbatas pada kebutuhan industri dan konsumsi, tetapi juga telah merambah ke sektor pendidikan usia dini. Berbagai produk kreatif seperti balok permainan, clay, crayon, hingga kanvas lukis berbahan dasar turunan sawit turut diperkenalkan kepada publik.

Produk-produk ini dirancang ramah lingkungan, aman digunakan oleh anak-anak, serta mampu menjadi media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

Kehadiran produk-produk edukatif ini menjadi bukti bahwa kelapa sawit memiliki potensi luas yang dapat dimanfaatkan lintas sektor, termasuk dalam mendukung pengembangan kreativitas dan pembelajaran anak sejak usia dini.

Hal ini sekaligus memperkuat narasi bahwa industri sawit tidak hanya berkontribusi pada sektor pangan dan energi, tetapi juga pada aspek sosial dan pendidikan.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pemerintah, asosiasi, perusahaan perkebunan, hingga para profesional dari Indonesia dan Malaysia.

Baca Juga: Pemanfaatan Smartphone dan AI Dorong Intensifikasi Produksi Sawit

Forum ini menjadi momentum penting untuk membangun koneksi, berbagi pengalaman, serta merumuskan solusi implementatif yang dapat diterapkan langsung di lapangan.

Ketua Pelaksana HASI 2026, M. Gema Aliza, menyampaikan bahwa forum ini hadir sebagai ruang kolaborasi yang lebih terbuka bagi para profesional sawit.

“HASI bukan sekadar event, tetapi menjadi gerakan nyata yang lahir dari kebutuhan di lapangan untuk mempertemukan para pelaku industri dalam suasana yang setara dan konstruktif,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan Kementerian Pertanian RI menegaskan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas strategis global dengan kontribusi besar terhadap pasokan minyak nabati dunia.

Indonesia dan Malaysia secara bersama menyumbang sekitar 80 hingga 85 persen produksi minyak sawit dunia, sehingga sinergi kedua negara menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan global.

Melalui dukungan BPDP dan keterlibatan berbagai pihak, HASI 2026 diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang aplikatif, sekaligus mendorong transformasi industri kelapa sawit menuju sistem yang lebih efisien, modern, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta regulasi global.